SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
CianjurHOME

Cuaca Extrim, Ratusan Nelayan Pantai Jayanti Cidaun Tidak Melaut

123
×

Cuaca Extrim, Ratusan Nelayan Pantai Jayanti Cidaun Tidak Melaut

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Cianjur – Cuaca extrim dan gelombang tinggi mengakibatkan ratusan nelayan pantai Jayanti Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat tidak bisa melaut. Sejumlah nelayan pun kebingungan untuk biaya kebutuhan sehari hari karena tidak ada usaha lain selain mencari ikan di laut.

Pantuan MMN.co sejumlah perahu nelayan terparkir menyandar di pinggiran pantai Jayanti. Ada juga sebagian nelayan yang sedang memperbaiki perahu perahunya.

Agus Bambang Irawan (47) salah seorang tokoh nelayan Jayanti mengatakan, sudah hampir satu bulan lamanya ia dan teman teman nelayan lain nya tidak melaut kendala nya cuca tidak bersahabat.

“Akibat cuaca extrim angin kencang kecepatan mencapai kisaran dari jarak 1Km mencapai 40 hingga 30 Km, sehingga kami tidak sanggup untuk turun kelaut,” katanya, Rabu (4/8/2021).

Masih kata Agus, harapan kami semoga ada perhatian terhadap para nelayan Jayanti disaat sedang kesulitan seperti sekarang tidak bisa melaut.

“Saat ini para nelayan mengnggur ada juga yang kerja serabutan untuk bertahan hidup sambil menunggu cuaca normal seperti biasa lagi,” ucapnya.

Hal yang sama dikatakan Iwan (45) nelayan lain nya mengatakan, angin laut saat ini kencang dan tidak bersahabat itu menyebabkan perahu goyang sehingga bisa terbalik.

“Hampir sebulan kami sudah tidak bisa melaut, kalau pun ada teman teman yang memaksakan paling masuk wilayah laut kabupaten Garut itu pun hanya bisa dipinggir laut tidak bisa sampai ketengah karena angin makin kencang kalau ke tengah laut,” tukasnya.

Untuk saat ini hasil tangkapan ikan boro boro dapat cuaca saja sudah tidak bersahabat, masih kata Iwan, perahu saja sampai pada bolong bolong dan patah sehingga kami tidak sanggup walau harus dipaksakan melaut.

“Saat ini saya hanya diam saja dirumah tidak punya usaha lain selain usaha melaut, biasanya kalau sebelum gelombang tinggi dan angin kencang lumayan dapat banyak ada penghasilan ikan nya,” katanya.

Iwan berharap, harapan kami sama seperti nelayan lain nya ingin ada bantuan dari pemerintah untuk para nelayan yang sekarang sedang pada kesulitan.

“Semenjak saya melaut hampir 30 tahun lamanya saya belum pernah mendapat kan bantuan dari pemerintah hanya janji janji doang belum pernah nerima bantun apapun,” tukasnya.

(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *