SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOMEMegapolitan

AWDI Dukung Perpres Tentang Atasi Stunting Menuju Generasi Emas Tahun 2045

148
×

AWDI Dukung Perpres Tentang Atasi Stunting Menuju Generasi Emas Tahun 2045

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melaksanakan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Percepatan Penurunan Stunting bersama Wakil
Presiden K.H Maruf Amin, yang ditunjuk menjadi sebagai Ketua pengarah.

Satu dari tiga balita yang dimana saat ini stunting 27 persen
dengan harapan 14 persen di tahun 2024 dan kita punya waktu 3 tahun yang dimana Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting telah ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 5 Agustus 2021.

Adapun kelompok sasaran dalam
percepatan penurunan stunting dalam aturan tersebut, yaitu remaja calon pengantin, ibu hamil menyusui dan anak usia rentan 0 hingga 1000 hari.

Dalam kesempatan ini Sekjen Organisasi Asosiasi Wartawan
Demokrasi Indonesia (AWDI) B. Wadja, S, SH sangat mengapresiasi dan mendukung program
Revolusi Millenial menuju Zero Stunting.

Menurutnya komunitas Asa Hari Depan (Ahad), agar anak Indonesia sebagai pemilik masa depan bangsa butuh perhatian gizi dan
kesehatan anak segera mungkin guna memiliki manusia Indonesia yang berkualitas dimasa mendatang menuju persiapan generasi emas tahun 2045 rakyat pintar negara makmur.

“Perlu diketahui yang dimana Perpres mengatakan bahwa strategi nasional percepatan penurunan stunting, agar mencapai target tujuan pembangunan berkelanjutan pada 2030 dan pencapaian target untuk tujuan pembangunan yang dilaksanakan melalui pencapaian target nasional,” ucapnya, Sabtu (22/1/2022).

Namun jika hal ini tidak segera ditangani dengan serius akan merupakan ancaman serius bangsa
Indonesia untuk memiliki daya saing dengan bangsa lain tentunya dalam kesetaraan kemampuan berpikir tumbuh kembang
otak anak pada era masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *