SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Derita nestapa Balita Idap Kanker Mata, Orang Tua Butuh Bantuan Biaya Berobat.

33
×

Derita nestapa Balita Idap Kanker Mata, Orang Tua Butuh Bantuan Biaya Berobat.

Sebarkan artikel ini

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Mandailing Natal,
Derita nestapa dialami balita usia 1 tahun 3 Minggu, asal Desa Kampung Padang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Amanda Tiara Indrayani Balita itu diberi nama oleh kedua orang tuanya. Ia kini mengidap penyakit berupa adanya benjolan merah di area kedua bola mata.

Demikian Informasi ini didapat wartawan, melalui Pesan WahatsApp Grub Wartawan, Sabtu (11/07/2026)

Putri ke empat pasangan dari indra (42) dan Nurliani (29) ini diketahui mengidap penyakit kanker mata ganas, akibatnya pertumbuhan jaringan pada mata tidak normal.

Kondisi ini memerlukan pemeriksaan medis segera oleh dokter spesialis mata atau spesialis bedah untuk menentukan penyebab penyakit yang dialami balita tersebut.

Sementara, dengan mata yang berkaca-kaca, sang ayah Indra mengaku sudah tidak lagi memiliki kemampuan untuk membiayai pengobatan putri tercintanya.

Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat mereka hanya bisa pasrah sembari berharap ada uluran tangan dari orang yang memiliki kepedulian.

“Kami tidak punya biaya membawa putri kami berobat ke Padang, kami sangat mengharapkan bantuan dari dermawan untuk biaya perobatan putri kami,”ucapnya pilu. Sabtu (kepedulian.

Setiap hari, kedua orang tua balita tersebut hanya bisa menyaksikan buah hati mereka berjuang menahan sakit. Harapan agar sang putri dapat segera memperoleh penanganan medis yang layak terus mereka panjatkan, meski keterbatasan biaya menjadi penghalang terbesar.

Kini, mereka berharap ada para dermawan yang bersedia menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu biaya pengobatan putri mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *