TEGAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal terus melanjutkan program pembenahan pasar tradisional sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan. Setelah merehabilitasi 16 pasar pada Tahun Anggaran (TA) 2025, pada 2026 pemerintah memfokuskan pembenahan terhadap tujuh pasar prioritas dengan anggaran sebesar Rp2,74 miliar.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Tegal, Imam Rudy Kurnianto, mengatakan pasar tradisional memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat sehingga perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang layak.
“Pasar tradisional merupakan pusat perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah terus melakukan intervensi melalui perbaikan sarana dan prasarana secara bertahap agar pedagang maupun pembeli merasa lebih nyaman saat beraktivitas di pasar,” ujar Rudy, Selasa (14/7/2026).
Tahun 2025, Sebanyak 16 Pasar Direhabilitasi
Pada TA 2025, Pemkab Tegal mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,74 miliar untuk rehabilitasi 16 pasar tradisional. Anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki berbagai fasilitas, mulai dari atap, talang air, drainase, jalan lingkungan, tempat pembuangan sampah sementara (TPS), toilet, instalasi air bersih, hingga rehabilitasi los dan kios.
Pasar yang mendapat pembenahan meliputi Pasar Adiwerna, Banjaran, Cerih, Kedungsukun, Trayeman, Margasari, Pangkah, Bumijawa, Bojong, Jatilaba, Balapulang, Jatinegara, Balamoa, Mejasem, Pepedan, dan Suradadi.
Pasar Kesambi Jadi Prioritas Tahun 2026
Memasuki TA 2026, anggaran sebesar Rp2,74 miliar difokuskan untuk pembenahan tujuh pasar prioritas. Dari jumlah tersebut, alokasi terbesar diberikan kepada Pasar Kesambi sebesar Rp993 juta.
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.















