SUMEDANG – Resmi dibuka Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, sebanyak 501 pelajar mengikuti Masa Pengenalan Sekolah Rakyat (MPLS) Sekolah Rakyat Terinteragrasi (SRT) 1 Sumedang, bertempat di Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Selasa (14/7/2026).
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Pelajar di SRT 1 tersebut bukan hanya dari Sumedang saja, namun ada pelajar titipan dari Kota Tasikmalaya 60 orang dan 30 orang dari Garut. Hal ini, karena di Tasikmalaya dan Garut bangunan Sekolah Rakyat masih berproses.
“Sekolah Rakyat di Sumedang menjadi pelopor penyelengaraan MPLS pada 14 Juli ini, dan ada pelajar titipan dari kota lain,” kata Herman Koswara, PIC SRT 1 Sumedang.
Menurutnya, Sekolah Rakyat digagas Presiden Prabowo Subianto, dan semua warga negara Indonesia memiliki hak yang sama mendapat pendidikan.
“Tidak boleh satu orang pun warga negara ini kehilangan masa depannya. Sekolah Rakyat ini untuk memotong mata rantai kemiskinan,” tuturnya.
Sementara terpisah, Bupati Dony menegaskan, bahwa tidak hanya orang kaya saja, tapi masyarakat kurang mampu juga harus mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.
“Itulah yang luar biasa yang suci, mulia dan betul-betul memulyakan masyarakat dan anak-anak,” ungkapnya.
Sehingga, tambah dia, dengan adanya Sekolah Rakyat ini, anak-anak akan hadir guna mengejar cita-cita dan masa depannya.
“Dengan diawali MPLS ini, penting sekali bagi anak-anak untuk beradaptasi, menyesuaikan dengan teman-teman dan lingkungannya,” pungkasnya. (Gani Purnama)
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.















