PEMALANG – Matahari baru saja menampakkan sinarnya, namun ratusan warga di Kecamatan Pulosari dan Belik telah berjajar rapi, Mereka menggenggam jerigen dan ember kosong dengan raut wajah penuh harap. Di tengah terik kemarau panjang yang melanda, harapan mereka akhirnya datang. Suara deru mesin truk tangki dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang memecah keheningan, membawa ribuan bahkan hingga ratusan ribu liter air bersih siap konsumsi.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Musim kemarau kali ini dirasakan sebagai salah satu yang terberat. Berdasarkan data dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, krisis air bersih telah meluas hingga 30 desa di tujuh kecamatan, yakni Pulosari, Watukumpul, Randudongkal, Warungpring, Belik, Bantarbolang, dan Bodeh. Sebanyak 93.357 jiwa terdampak akibat mengeringnya sumur-sumur warga.
Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) kabupaten Pemalang Agus Ikmalludin, menuturkan bahwa tidak semua desa yang berada di 7 Kecamatan tersebut mengalami Kekeringan,
“Tidak semua desa di 7 kecamatan terdampak kekeringan, ada 30 desa yang terdampak dengan total warga 93 ribu, BPBD berkolaborasi dengan PMI, BAZNAS dan PDAM dalam rangka menghadapi kekeringan telah melakukan droping air ke sejumlah titik droping dengan kapasitas rata-rata sebanyak 100.000 liter air setiap hari belum ditambah dengan para relawan yang ikut melakukan droping air,” ungkap Agus, saat dikonfirmasi, pada kamis ( 16/7 ).
Dirinya menambahkan, bahwa daerah paling parah terdampak kekeringan ada di dua kecamatan yaitu kecamatan Belik dan Pulosari,
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.















