“Mewakili seluruh warga Desa Belik, kami sangat puas dengan keputusan pemerintah desa. Mereka mendengarkan aspirasi kami dan bersama masyarakat memutuskan menghentikan total rencana pertambangan galian C tersebut,” kata Arif.
Arif berharap ke depan setiap rencana pembangunan yang akan dilaksanakan di wilayah desa dapat terlebih dahulu disosialisasikan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan polemik atau konflik sosial.
“Harapan kami, situasi di Desa Belik kembali kondusif seperti sediakala. Pemerintah desa juga diharapkan selalu melibatkan masyarakat dan melakukan sosialisasi sebelum mengambil kebijakan, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya.
Penolakan terhadap rencana tambang galian C tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam di wilayah Pemalang Selatan.
Reporter: Ragil














