Rasulullah SAW kemudian menghapus keyakinan tersebut karena bertentangan dengan akidah tauhid. Islam mengajarkan bahwa tidak ada hari, bulan, tempat, maupun benda yang dapat mendatangkan manfaat atau mudarat dengan sendirinya tanpa kehendak Allah SWT.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Tidak Ada Larangan Menikah atau Memulai Usaha
Hingga saat ini masih dijumpai sebagian masyarakat yang menunda pernikahan, pembangunan rumah, membuka usaha, bahkan bepergian karena bertepatan dengan Bulan Safar.
Padahal, para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa tidak ada dalil sahih yang melarang aktivitas tersebut pada Bulan Safar. Semua hari dalam Islam memiliki kedudukan yang sama, kecuali yang memang memiliki keutamaan atau kekhususan berdasarkan Al-Qur’an dan hadis, seperti Ramadan, Dzulhijjah, maupun Muharram.
Karena itu, seseorang tetap boleh melaksanakan akad nikah, memulai pekerjaan baru, membuka usaha, ataupun melakukan perjalanan pada Bulan Safar tanpa merasa khawatir akan datangnya kesialan.
Perkuat Akidah dan Tinggalkan Takhayul
Keimanan seorang Muslim akan semakin kuat apabila seluruh keyakinannya bersandar kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Mempercayai adanya kesialan pada waktu tertentu dapat menyeret seseorang kepada keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam apabila diyakini sebagai penyebab datangnya musibah.
Bulan Safar hendaknya dijadikan momentum untuk memperbaiki ibadah, memperbanyak amal saleh, memperkuat tawakal, serta menjauhi berbagai bentuk mitos yang tidak memiliki landasan syariat.
Sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW, seorang Muslim hendaknya optimis, berikhtiar dengan sungguh-sungguh, serta menyerahkan seluruh hasilnya kepada Allah SWT. Dengan demikian, tidak ada lagi ketakutan terhadap Bulan Safar ataupun waktu-waktu tertentu, karena hanya Allah SWT yang mengatur seluruh takdir kehidupan manusia.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











