Sejumlah capaian telah diraih, antara lain penandatanganan nota kesepahaman dengan APJATEL untuk penataan infrastruktur telekomunikasi, pelatihan kecerdasan buatan (AI) bagi 1.000 aparatur desa bekerja sama dengan ASEAN Foundation dan Universitas Padjadjaran, pemetaan regulasi Kawasan Ekonomi Khusus Jatinangor, hingga persiapan ekosistem smart village.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Namun demikian, Dony mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kewenangan pemerintah daerah, akses pasar bagi pelaku usaha kecil, serta resistensi terhadap perubahan.
“Karena itu, kami membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penguatan rantai pasok, pendampingan UMKM, percepatan pembiayaan, dan peningkatan literasi digital masyarakat,” katanya.
Sementara pada proyek e-Office Desa Super App, Dony menuturkan bahwa sistem tersebut dibangun sebagai ekosistem digital yang menghubungkan data dan layanan dari desa hingga pemerintah daerah sehingga pelayanan publik menjadi lebih cepat, sederhana, dan terintegrasi.
Program unggulan yang telah berjalan di antaranya Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) melalui kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan perguruan tinggi untuk memperbarui data kesejahteraan masyarakat agar bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Selain itu, terdapat program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang memanfaatkan data spasial untuk menentukan penerima bantuan dengan target sebanyak 5.160 rumah.
Meski demikian, tantangan masih dihadapi berupa rendahnya kesadaran pentingnya data di tingkat desa serta kondisi geografis Sumedang yang melayani sekitar 1,2 juta penduduk.
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











