SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Jelang New Normal, Cianjur Harus Siaga Arus Balik Mudik

103
×

Jelang New Normal, Cianjur Harus Siaga Arus Balik Mudik

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Hasil Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat berdasarkan grafik penyebaran Virus Corona hingga saat ini terus mengalami penurunan. Artinya, harus mengikuti fase New Normal atau beradaptasi kebiasaan baru.

Dandim 0608/Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani mengatakan, kasus positif Covid-19 di Cianjur sudah tidak ada. Meskipun, kasus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang meninggal masih ada terjadi. Tapi, seminggu terakhir tidak ada kasus positif.

“Tak dipungkiri meskipun yang PDP meninggal masih ada,” katanya, Senin (1/6/2020).

Berdasarkan analisa dari beberapa pihak, terang Dandim Cianjur, harus mengikuti fase new normal. Mau tidak mau, Cianjur harus new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Jelang new normal, ada beberapa hal yang harus diantisipasi, seperti arus perjalanan orang yang masuk ke Cianjur.

“Karena itu pengawasan di perbatasan di wilayah harus tetap di perketat,” ujar Letkol Inf Rendra.

Dia memaparkan, Pemerintah Daerah (Pemda) dan Gugus Tugas Penanganan Covid -19, harus segera menyusun Peraturan Bupati (Perbup) baru yang akan menjadi panduan protokol kesehatan baru di fase normal. Nantinya Perbub tersebut, mengatur protokol kesehatan di semua bidang. Termasuk salah satunya penempatan jumlah personel dan tempat-tempat keramaian.

“Baik itu pasar modern, maupun pasar tradisional dan tempat wisata lainnya,” jelasnya.

Menjelang memasuki new normal nanti, tambah Dandim Cianjur, sejumlah pasar dan toko non pangan serta rumah makan di ijinkan buka. Namun, tetap memperhatikan protokol kesehatan. Social distancing, pembatasan kapasitas pengunjung diperlukan pengawasan yang melekat, oleh aparat gabungan, dan imbauan melalui semua media yang ada.

Pihaknya berharap, masyarakat untuk tetap disiplin sesuai protokoler kesehatan. Gunakan masker bila bepergian dan biasakan mencuci tangan serta jaga jarak.

Rendra menambahkan, penanganan corona jangka panjang saat ini, pihaknya berharap masjid dan tempat ibadah bisa berperan aktif dalam memberikan edukasi dan bantuan bagi warga. Tokoh agama pun bisa menjadi garda terdepan, untuk memperkuat apa yang sudah dilakukan aparat wilayah. Nantinya, sosialisasi bisa dilakukan di lingkungan masjid.

“Baik secara tatap muka terbatas, tetap menjaga jarak atau dengan menggunakan pengeras suara,” katanya.

Ia menyampaikan, bila grafik Covid-19 nantinya terus menurun, kata dia, maka mesjid dan tempat ibadah lainnya bisa mulai aktivitas ibadah dengan berjamaah dengan tetap melakukan protokol kesehatan yang akan diatur secara detail sesuai kondisi masing-masing.

Terakhir, masih menurut Dandim, harus diantisipasi arus mudik dan balik, masuk dan melewati Cianjur. Sehingga di imbau agar masjid yang lokasinya berada di perlintasan dan mudah di akses publik agar tidak melaksanakan aktivitas ibadah secara berjamaah.

Editor: Red
Penulis: M|Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *