LABUHANBATU – Seorang guru di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh komplotan pencuri sawit. Peristiwa itu terjadi setelah korban memergoki tiga pria yang diduga mencuri buah sawit di kebun miliknya.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Korban, Fadli Haqqi Romadhona Ritonga (36), yang juga berprofesi sebagai guru, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (29/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIB di Dusun Tanjung Makmur, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Pangkatan. Saat itu, ia sedang melakukan pengecekan di kebun sawit miliknya.
“Saya sedang memeriksa kondisi kebun kelapa sawit karena buah sawit di kebun tersebut sering dicuri,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Saat memasuki area perkebunan, korban berpapasan dengan tiga pria yang membawa buah sawit yang diduga berasal dari kebunnya. Ketiganya juga membawa senjata tajam. Korban kemudian menanyakan asal-usul buah sawit yang mereka bawa.
Ketiga terduga pelaku yang dikenali korban masing-masing Baharuddin Rambe alias Ucok yang membawa parang panjang dan egrek pendek, Hasanuddin Rambe alias Hasan yang membawa egrek, serta Misriadi yang membawa pipa besi.
Diancam dan Dibacok
Menurut korban, Baharuddin Rambe alias Ucok langsung mengancam akan membunuhnya apabila tetap memeriksa asal-usul buah sawit tersebut.
“Saya diancam, pelaku akan membunuh saya jika saya nekat ingin tahu asal-usul buah sawit itu,” katanya.
Tak lama kemudian, salah seorang pelaku diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam. Korban secara refleks menangkis tebasan tersebut dengan tangan kirinya.
“Pelaku kemudian langsung mengayunkan senjata tajam ke arah tubuh saya,” ujarnya.
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.















