
Sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur, Lapas Calang juga menyajikan hidangan tradisional khas Aceh, yakni “Kuah Beulangong” sebanyak 4 beulanga (wajan besar) serta beragam menu lainnya. Hidangan tersebut disiapkan khusus untuk dinikmati bersama-sama oleh para tmundangan, warga binaan, dan tamu yang hadir.
Kalapas Calang Rusli, menyampaikan bahwa perayaan Maulid Nabi ini merupakan momentum penting untuk memperkuat tali silaturahmi antara pegawai Lapas dan warga binaan, serta menjadi ajang pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan. “Semoga dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita semua dapat meneladani akhlak mulia beliau dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Acara diakhiri dengan doa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim, sebagai wujud kepedulian dan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dengan lancar. Kehangatan dan kebersamaan yang tercipta diharapkan dapat mempererat hubungan antara pegawai Lapas dengan warga binaan dan masyarakat sekitar, serta memberikan kesan positif bagi warga binaan dalam menjalani pembinaan didalam Lapas.(Fahrid)















