Guna memastikan kelestarian tradisi tetap terjaga, Pemkab Labuhanbatu mendorong pembinaan seni dan budaya secara masif hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Bupati menginstruksikan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) untuk memperkuat kolaborasi bersama para pelaku seni, budayawan, serta para aparatur desa dan kecamatan.
“Pertunjukan seni dan budaya seperti ini bukan hanya hiburan, melainkan media yang sangat efektif bagi para Camat, Lurah, maupun Kepala Desa dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan daerah secara inklusif kepada masyarakat,” tambahnya.
Malam puncak pergelaran menyajikan keanekaragaman seni tradisional dari 12 etnis yang hidup dan berkembang harmonis di Kabupaten Labuhanbatu.
Panggung PRSU dibuat riuh oleh serangkaian pertunjukan menarik. Acara diawali dengan aksi bintang cilik Liliana Jovinta Boru Pasaribu, dilanjutkan dengan pertunjukan Pilandok Malay, serta penampilan solo dari Sasha Aritonang.
Kemeriahan makin terasa lewat aksi panggung pengurus TP-PKK dan DWP Labuhanbatu, persembahan 4 Diva Rantauprapat (Nabila Purba, Princess, Syair, dan Chaterine), hingga puncaknya Tari Zapin Rentak Bersilat dari Sanggar Pesona Permata.
Melalui pagelaran ini, Pemkab Labuhanbatu berharap tidak hanya memberikan hiburan berkualitas bagi pengunjung PRSU, tetapi juga mampu memantik inovasi serta memperluas wawasan dalam upaya memajukan kebudayaan di Sumatera Utara.
Penulis : khairul
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











