Gulir ke bawah untuk membaca
Contoh Gambar di HTML

Contoh Gambar di HTML

HOME

Minat Wartawan Cianjur Selatan Masih Sangat Minim Mengikuti UKW

×

Minat Wartawan Cianjur Selatan Masih Sangat Minim Mengikuti UKW

Sebarkan artikel ini
Minat Wartawan Cianjur Selatan Masih Sangat Minim Mengikuti UKW
Minat Wartawan Cianjur Selatan Masih Sangat Minim Mengikuti UKW

MetroMediaNews.co – Belum lama ini PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Cianjur menggelar uji kompetensi wartawan (UKW) ke XV/15 tingkat Jawa Barat dengan mengangkat tema “Menciptakan Wartawan yang Profesional dan Kompeten”, yang dilaksanakan 26, 27 dan 28 Oktober 2017.

Tujuan dilaksanakan UKW ini adalah untuk melahirkan wartawan-wartawan yang berkompeten, dengan begitu akan dapat dilihat oleh masyarakat dan semua pihak siapa yang paling utama untuk melakukan konfirmasi. Lebih dari itu pelaksanaan UKW ini membentuk wartawan di Cianjur agar memiliki standarisasi dewan pers dan profesionalisme hingga pers Cianjur menjadi lebih baik.

Peserta UKW berasal dari Cianjur dan luar daerah. Sedangkan untuk penguji UKW, dari PWI pusat, dan provinsi dan dewan pers pusat. Dari beberapa point dalam pelaksanaan UKW adalah syarat wartawan yang ikut serta masih aktif dan legalitas mediapun harus terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), agar dapat ikut serta dalam UKW.

Deni Abdul Kholik Wakil Sekretaris PWI Cianjur menjelaskan wartawan yang bertugas di Cianjur hendaknya harus sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik. “Wartawan bertugas menyampaikan informasi untuk pembangunan, atau kritik membangun, bukan wartawan yang selalu menakut-nakuti nara sumber dan tidak jelas sehingga jangan terkesan adanya pembodohan publik dan seharusnya sebaliknya mencerdaskan publik,”terang Deni kepada MMN.co saat diwawancarai, Kamis lalu (26/10).

Deni Menambahkan Perusahan Media/ Pers yang terdaftar dan resmi itu patut diapresiasi karena sudah jelas tertera dalam Peraturan Dewan Pers Nomor: 4/Peraturan-DP/III/2008 Tentang Standar Perusahaan Pers. Perusahaan Pers berbadan hukum perseroan terbatas dan badan-badan hukum yang dibentuk berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Perusahaan pers harus mendapat pengesahan dari Departemen Hukum dan HAM atau instansi lain yang berwenang dan memiliki komitmen untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.

Perusahaan pers memiliki modal dasar sekurang-kurangnya sebesar Rp.50.000.000 (lima puluh juta rupiah) atau ditentukan oleh Peraturan Dewan Pers. Perusahaan pers memiliki kemampuan keuangan yang cukup untuk menjalankan kegiatan perusahaan secara teratur sekurang-kurangnya selama 6 (enam) bulan. Penambahan modal asing pada perusahaan pers media cetak dilakukan melalui pasar modal dan tidak boleh mencapai mayoritas, untuk media penyiaran tidak boleh lebih dari 20% dari seluruh modal.

Maka Dari itu seorang jurnalis harus benar-benar memahami ilmu kejurnalistikan dan jangan hanya mengaku wartawan tetapi tidak pernah membuat berita. Wartawan itu harus punya karya yang bisa dijual ke publik dan bukan hanya datang kedesa, sekolah, dan kantor pemerintahan dengan menakut -nakuti para pejabat.
“Jangan sampai ada istilah wartawan abal-abal atau ada lagi sebutan wartawan bodrek serta medianya tidak terdaftar atau tidak resmi,”katanya.

Namun sangat disayangkan dalam pelaksanaan UKW yang dilaksanakan minat wartawan khususnya daerah Cianjur sangat minim. Dari sekian banyak yang mengaku dan mengatasnamakan wartawan baik Media Minguan cetak dan Online di wilayah Cianjur Selatan masih sangat kurang minatnya untuk ikut serta dalam kegiatan UKW yang diadakan PWI Cianjur. Diketahui dari wilayah Cianjur Selatan hanya dihadiri oleh seorang peserta dari media online dan cetak Metro Media News.

“Saya sangat senang dan mengapresiasi dengan kegiatan pelaksanaan UKW yang digelar PWI Cianjur, tentunya dengan UKW ini menjadikan kita sebagai wartawan yang profesional dan berkompeten,” ungkap Jay selaku Pimpinan Umum Media Metro Media News.

Apa benar selama ini banyak berkeliaran di Cianjur Selatan wartawan abal-abal yang medianya tidak terdaftar. Seandainya benar media yang mereka bawa itu tidak terdaftar berarti selama ini masyarakat dibodohi oleh oknum yang mengatasnamakan wartawan atau jurnalis.

“Image wartawan yang kurang baik harus kita rubah dengan menunjukkan profesional dalam bertugas, dan semoga pelaksanaan UKW ini akan bermanfaat untuk kita semua khususnya wartawan dan jurnalis yang sudah mengikuti kegiatan UKW ini,”pungkas Jay.

(Dedy Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *