METROMEDIANEWS, CIANJUR – Pasca tertangkapnya Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar oleh KPK dalam Operasi Tangkap Tangan, masyarakat Cianjur yang tergabung dalam Aktivis Presedium Rakyat Cianjur dan gabungan beberapa LSM dan Ormas menggelar syukuran dengan menyelenggarakan ‘Ngaliwet’ makan bersama di sekitar lingkungan Alun-alun Masjid Kaum Jalan Siti Jenab, Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Jumat (14/12) siang.
Pantauan MMN dilokasi, tampak ribuan masyarakat Cianjur menyantap sajian nasi liwet sekaligus merayakan suka cita atas permasalahan selaku pemangku kebijakan orang nomor satu di Cianjur dan jajarannya.
Ketua gerakan Aktivis Presjidium Rakyat (APR) Cianjur, Ridawan Mubarok mengatakan, melalui kegiatan ini sebagai bentuk dari pada syukuran intinya. “Tidak perlu dibeberkan atau dijelaskan lagi semua publik sudah mengetahui apa permasalahan dan ingat Kedholiman pasti runtuh, karena itu semua berkat doa masyarakat,” tegasnya.
Lanjut Ridawan, sebelumnya sudah terprogram menyediakan nasi liwet gratis sekitar 1000 untuk masyarakat atas apresiasi kepada KPK yang telah bekerja keras membongkar kasus korupsi di Cianjur.
Ketua Pimpinan Yayasan Attaqwa Cianjur, Ustad Umar menyampaikan, pihaknya akan tetap mengawal kasus tersebut. “Kami akan terus memberikan semangat kepada KPK agar satu persatu pejabat Cianjur yang terlibat bisa terbongkar semua. Bongkar dinasti kepimimpinan di Cianjur, ganti menjadi Sugih Mukti. Bukannya Jago,” ujarnya.
Atas nama Presedium Rakyat Cianjur ada tujuh tuntutan rakyat kepada pejabat dan Bupati Cianjur diantaranya, segera hapus dan copot stiker, spanduk dan baliho bermuatan Cianjur JAGO. Juga hapus nama Irvan Rivano Muchtar di tugu ‘Selamat datang Cianjur’ di perbatasan. Karena telah nyata menodai dan mencederai nama baik, lalu kembalikan fungsi Camat, Lurah/Kades, RW/RT kepada tugas yang semestinya. “Intinya melarang berpolitik untuk mendukung salah satu partai politik,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Bravo Komando Grup, Bambang Adi S menambahkan, pulihkan kembali jabatan ASN sesuai aturan dan hapuskan politisasi birokrasi. “Usut tuntas segala tindak korupsi terjadi di Cianjur belum tersentuh hukum, hapus tujuh pilar budaya Cianjur dan kembalikan ke semula yakni tiga Pilar Budaya (Ngaos, Mamaos dan Maenpo), hapus lambang dan jargon CIANJUR JAGO lambang kekuasaan dari kehidupan masyarakat Cianjur dan kembali ke SUGIH MUKTI dan Gerbang Marhamah berdasarkan tinjauan historis, yuridis, dan sosiologis kemudian kembalikan fungsi dunia pendidikan sebagaimana mestinya. Tindak tegas segala bentuk penyimpangan dan penyelewengan dunia pendidikan dari hulu sampai hilir,” pungkasnya.
Penulis: Jay















