HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
DaerahEkonomiGarut

Pengangguran di Garut 2026 Masih Tinggi, 70 Ribu Warga Belum Bekerja dari 1,2 Juta Angkatan Kerja

146
×

Pengangguran di Garut 2026 Masih Tinggi, 70 Ribu Warga Belum Bekerja dari 1,2 Juta Angkatan Kerja

Sebarkan artikel ini
GAMBAR ILUSTRASI. Pengangguran di Garut.(Red.)

GARUT – Tingginya angka pengangguran masih menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kabupaten Garut. Meski memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, pertumbuhan lapangan kerja dinilai belum mampu mengimbangi jumlah angkatan kerja yang terus bertambah setiap tahun.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Mengutip laporan Pikiran Rakyat Koran, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Nia Gania, menyebutkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja di Kabupaten Garut mencapai sekitar 1,2 juta jiwa atau sekitar 50 persen dari total penduduk yang berjumlah sekitar 2,4 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, diperkirakan masih terdapat sekitar 70 ribu orang yang belum memperoleh pekerjaan.

Menurut Nia Gania, ketimpangan antara jumlah pencari kerja dengan ketersediaan lapangan pekerjaan menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan angka pengangguran masih relatif tinggi. Pada semester pertama tahun 2026 saja, Disnakertrans Garut mencatat sekitar 12 ribu pencari kerja telah melakukan legalisasi kartu pencari kerja (AK-1), atau rata-rata sekitar 2.000 orang setiap bulan, dengan mayoritas berasal dari lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disnakertrans Kabupaten Garut terus memperkuat program pelatihan vokasi berbasis kompetensi. Program tersebut diarahkan agar keterampilan yang dimiliki peserta sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sehingga peluang penyerapan tenaga kerja menjadi lebih besar.

Mengutip Portal Jabar, Disnakertrans Garut juga menggandeng Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung serta sejumlah perusahaan industri untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis kebutuhan pasar kerja. Salah satunya adalah pelatihan Tailor Made Training (TMT) Penjahit Upper Sepatu, yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri alas kaki di Kabupaten Garut. Kepala Disnakertrans Garut, Nia Gania Karyana, menyatakan pelatihan tersebut diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja siap pakai sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *