PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
PENERIMAAN MURID BARU
BOARDING SCHOOL
AL-MASKUN
YAYASAN MIFTAHUL HUDA
Pendidikan terpadu berbasis Islam untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak dan mandiri.
JENJANG PENDIDIKAN
🎓 MI
📚 SMP
🏫 SMK
🕌 PESANTREN
KEUNGGULAN
✔ Pendidikan Formal & Pesantren
✔ Pembinaan Akhlak & Karakter
✔ Lingkungan Islami
✔ Membentuk Kemandirian Santri
DaerahKab. Pemalang

Senja di Alun-Alun Pemalang, Saat Gadget Kalah oleh Bola Plastik

337
×

Senja di Alun-Alun Pemalang, Saat Gadget Kalah oleh Bola Plastik

Sebarkan artikel ini
1001335329
Seorang anak sedang menggiring bola plastik saat main bola di Alum alun Pemalang.( Foto: Ragil )

PEMALANG – Guratan merah jingga yang menghiasi langit senja di ufuk barat tak sedikit pun mengurangi semangat belasan anak yang bermain di Alun-Alun Pemalang, Sabtu (18/7/2026). Tanpa sepatu bola mahal, tanpa lapangan berstandar stadion, mereka justru menemukan kebahagiaan lewat sebuah bola plastik warna-warni.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Di tengah ramainya masyarakat yang menikmati suasana sore, hamparan rumput alun-alun berubah menjadi arena pertandingan penuh keceriaan. Sandal jepit disusun sebagai tiang gawang sederhana, sementara teriakan meminta umpan, gelak tawa, hingga selebrasi ala pesepak bola dunia bergema di setiap sudut lapangan dadakan itu.

Pemandangan tersebut menghadirkan potret masa kecil yang semakin jarang ditemui di tengah derasnya arus teknologi digital. Saat banyak anak seusia mereka menghabiskan waktu dengan gawai dan permainan daring, belasan bocah di Alun-Alun Pemalang memilih berlari, berkeringat, dan bermain bersama teman-temannya.

“Lebih seru main di sini bareng teman-teman daripada main game di rumah. Bisa lari-larian sampai magrib,” ujar Habibi (14), warga Kebondalem, sambil tersenyum lebar meski napasnya masih terengah-engah usai mengejar bola.

Bagi mereka, kemenangan bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah kebersamaan, tawa, dan kebebasan menikmati masa kanak-kanak tanpa batas layar ponsel.

Ruang Publik yang Menghidupkan Interaksi Anak

Alun-Alun Pemalang sore itu seolah menjelma menjadi ruang bermain yang inklusif. Anak-anak dari berbagai lingkungan berbaur tanpa memandang latar belakang. Mereka saling berbagi peran, bergantian menjadi penjaga gawang, penyerang, maupun wasit, semuanya berlangsung dengan kesepakatan sederhana khas anak-anak.

Pendaftaran Jurnalis – MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *