SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Suara Takbir Menggema! Bocah Sambut Idul Adha 1441 Hijriah Riang Gembira

116
×

Suara Takbir Menggema! Bocah Sambut Idul Adha 1441 Hijriah Riang Gembira

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Puluhan anak anak hingga orang dewasa menyambut riang malam takbir Idul Adha,1441 H/2020, Kamis (30/7/2020) malam. Mereka tampak khusu mengumandangkan kalimat takbir di Masjid Jami Maryam Al-Ikhlas, di Kampung Warungkiara RT 3/9, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Ketua DKM Masjid Jami Maryam Al-Ikhlas, H. Bambang Eko Irawan mengatakan, warga tampak antusias menyambut malam Idul Adha.

“Kata takbir itu luas makna atau cakupan dan manfaatnya. Apalagi bila sambil menyuarakan kalimatnya,” kata Eko kepada MetroMediaNews.co, Kamis (30/7/2020) malam.

Eko menjelaskan, takbir adalah istilah untuk frasa Ara Allahu Akbar, artinya ialah Allah Maha Besar. Seruan ini dikumandangkan oleh umat muslim, untuk memuliakan nama tuhan atau asma Allah SWT.

“Kalimat takbir sering kita dengar dalam seruan adzan,” ujarnya, yang memanggil manusia untuk beribadah kepada Allah SWT.

Namun, sambungnya, kalimat ini bukan hanya dilafalkan saat adzan atau shalat. Tapi, juga bisa menjadi dzikir, perlu diperbanyak setiap waktu. Artinya, untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Ketua DKM Masjid Jami Maryam Al-Ikhlas menyampaikan, adanya takbir dapat disimpulkan, bahwa kedudukan Allah SWT diantara semua mahkluk ada dibumi ini. Sangatlah mulia dan besar, daripada sesuatu dalam bentuk apapun.

“Namun, tetap mengikuti protokol kesehatan, yang disarankan pihak pemerintah, telah disediakan di Masjid,” tandasnya, seperti mencuci tangan, pakai masker dan lainnya.

Terakhir, Ketua DKM Masjid Jami Maryam Al-Ikhlas menambahkan, mengucapkan kalimat takbir, bisa dapat membukakan hati yang kaku, dan keras kepala bagi orang-orang yang tidak mau berbagi. Dan, sulit untuk mau menolong orang sedang menderita kesusahan.

Sementara itu, Jajang Jefri (58) warga setempat memaparkan, merasa terharu dan senang. Bila anak-anak warga sini berjibaku aktivitas di Masjid, ikut serta sama orangtuanya, dari pada main keluyuran tak berarti.

“Sangat merespon positif, dan perlu ditingkatkan lagi. Karena, tugas selaku orangtua untuk mengarahkan, membina dan mendidik mereka ke jalan benar,” singkatnya, karena orangtua mana tak mau darah dagingnya menjadi anak soleh dan soleha, bisa bergun jadi kebanggan keluarga.

Editor: Red
Penulis: M|Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *