MetroMediaNews.co | Garut – Intensitas hujan deras (11-12/10/2020) yang mengguyur sebagian besar wilayah Garut Selatan mengakibatkan sungai Cipalebuh dan Cikaso Kecamatan Pameungpeuk meluap, perkampungan disekitar bantaran sungai terendam air cukup tinggi. Ribuan warga terpaksa harus mengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut setelah menerima laporan dari pihak Forkopimcam Kecamatan Pameungpeuk (12/10/2020), langsung menerjunkan petugas ke lapangan untuk melakukan upaya evakuasi bagi korban terdampak setelah berkordinasi dengan Tim Basarnas dan Dinas terkait.
“Informasi awal dari Pihak Forkopimcam, dan Kami juga sudah Koordinasi dengan Basarnas dan Dinas Terkait untuk Evakuasi Korban Terdampak”. Kata Petugas BPBD (Jl. Terusan Pahlawan No.66, Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Kabupaten Garut) melalui layanan 24 jam, whatshap.
Luapan air yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB (12/10/2020) dengan ketinggian 1 sampai 1.5 meter telah merendam beberapa perkampungan diantarnya; Kp. Bojong Mongkong Desa Pamuengpeuk, Kp. Leuwi Simar, Punaga, Sukapura, Kp. Asisor, Mandalakasih, Kp. Leuwigenteng Desa Sirnabakti dan Kp. Segleng Desa Paas, di dua kecamatan yaitu Kecamatan Pameungpeuk dan Cikelet Garut.
Proses evakuasi warga setempat saat kejadian terkendala peralatan terutama saat mengevakuasi warga Kp. Leuwigenteng yang terjebak di dalam rumah, yang kemudian ditempatkan ke tempat aman seperti ke sekitar kecamatan dan kaum (mesjid mesar) Pameungkeuk. (dalam Laporan Forkopimcam Kec. Pameungpeuk)
Terpisah. Pihak BPBD menyampaikan bahwa untuk sampai ke lapangan petugas terkendala tanah longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Cisompet. Sementara untuk berkordinasi terkendala lemahnya signal.
Sampai berita ini dimuat belum ada data korban dan kerugian serta bantuan pemerintah Kabupaten Garut yang disalurkan.
Penulis: Dedi AR.
Editor: Dedi















