Namun sejarah menunjukkan bahwa tokoh besar hampir selalu meninggalkan ruang diskusi dan penilaian yang beragam. Terlepas dari pro dan kontra tersebut, nama D.L. Sitorus tetap tercatat sebagai salah satu figur penting dari Tanah Batak yang berhasil menorehkan pengaruh besar di tingkat nasional.
Akhir Perjalanan Sang Raja Sawit
Pada 3 Agustus 2017, D.L. Sitorus berpulang dalam usia 78 tahun saat hendak melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Medan menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, mitra bisnis, serta masyarakat yang mengenalnya.
Meski raganya telah tiada, jejak pengabdian dan karya yang ditinggalkannya masih dapat dirasakan hingga hari ini. Perusahaan, sekolah, rumah sakit, dan berbagai lembaga yang pernah dibangunnya menjadi saksi perjalanan panjang seorang anak kampung yang berhasil mengubah mimpi menjadi kenyataan.
Warisan Terbesar
Warisan terbesar D.L. Sitorus bukan hanya ribuan hektare perkebunan, gedung sekolah, rumah sakit, atau jaringan bisnis yang pernah dibangunnya. Warisan yang paling berharga adalah semangat hidup yang terus menginspirasi banyak orang:
“Tahan Susah, Sanggup Senang.”
Sebuah pesan bahwa keberhasilan hanya dapat diraih oleh mereka yang mampu bertahan dalam kesulitan, bekerja keras tanpa mengenal lelah, dan tetap rendah hati ketika menikmati keberhasilan. Filosofi itulah yang menjadikan nama Raja D.L. Sitorus tetap dikenang sebagai salah satu tokoh besar yang lahir dari Tanah Batak dan memberi warna dalam perjalanan pembangunan Indonesia.















