“Saya selalu menyampaikan dalam berbagai kesempatan, pernah debat dengan Menteri Agama (Menag). Mitra saya itu Kementerian Agama (Kemenag) yang sekarang dipimpin oleh Yakut Cholil Qoumas atau Gus Yakut,” tutur wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar 2 (Kabupaten Bandung-Bandung Barat) itu.
“Beliau menyatakan, agama itu sebagai inspirasi bukan aspirasi. Saya protes, agama harus menjadi subtansi dan juga dalam kehidupan kebangsaan harus menjadi aspirasi,” ucap Kang Ace.
Sebab, ujar dia, jika agama semata-mata dijadikan sebagai inspirasi, bukan aspirasi, tidak mungkin di negara ini ada undang-undang zakat. Sebab UU Zakat adalah aspirasi. Tidak mungkin di Indonesia ini UU Wakaf. Tidak mungkin di Indonesia ada ketuhanan yang maha esa sebagai sila pertama. “Tidak mungkin ada UU Haji. Tidak mungkin di Indonesia ada UU Ekonomi Syariah. UU Jaminan Produk Halal. Itu semua aspirasi,” ujarnya.
“Maka saya bilang, Gus, kita harus memahami bahwa agama di Indonesia itu bukan hanya sebagai ispirasi, tetapi juga aspirasi politik,” tutur Kang Ace.(Jay)















