Tugas pengawasan harus terus dilakukan. Kang Ace mengingatkan agar kader jangan terjebak oleh pihak-pihak, misalnya eksekutif memberikan program-program. Padahal itu jebakan Batman. Sehingga, anggota DPRD tersandera oleh kepentingan politik pihak yang memberi.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
“Saya berharap, bapak ibu tahu mana jebakan Batman. Jangan sampai tersandera. Kan gak enak kalau tersandera. Bapak ibu akan bersikap kritis terhadap pemerintah kalau kita tidak ada beban. Maka dalam dikpol ini ditekankan menjaga integritas,” tutur Kang Ace.
Kang Ace kemudian menceritakan hasil diskusi dengan para politisi muda beberapa negara di Asia Tenggara dan Jepang.
“Kemarin, Jumat-Sabtu-Minggu, saya diundang oleh Sasakawa Foundation, salah satu lembaga terkemuka di Jepang, mengumpulkan para politisi muda, rising stars di Bali, empat orang dari Jepang, empat orang dari Indonesia, dua Malaysia, dua Filipina, dua Thailand, dan satu Vietnam, satu hal yang saya lihat, di negara yang relatif maju (jJepang) walaupun di era demokrasi kekuatan sipil yang berkuasa, tapi mereka menunjukkan tingkat kedisiplinan tinggi,” ucap Kang Ace.
Politisi Jepang, ujar dia, jika diundang, 5 menit sebelum acara mulai sudah hadir di tempat. Di Indonesia, tradisi kedisiplinan itu hilang.
“Maka, waktu saya di Bali bersama para politisi, mereka mempertegas, ini bukan waktunya Indonesia yang selalu molor. Jadi orang Jepang menegaskan seperti itu,” ujarnya.
Kang Ace menuturkan, selama pelaksanaan dikpol empat angkatan, telah menunjukkan satu hal membanggakan. Upaya mengembalikan Partai Golkar sebagai partai teknokratis dan berpengalaman, paling pintar memimpin bangsa, dan mampu mendorong kemajuan, seperti era Orba terlihat.















