HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HOME

Akhirnya, PLT Bupati Cianjur Datangi Korban Terdampak Pencemaran Sumur

133
×

Akhirnya, PLT Bupati Cianjur Datangi Korban Terdampak Pencemaran Sumur

Sebarkan artikel ini

MMN, CIANJUR – Akhirnya setelah satu bulan menunggu, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengunjungi warga yang terdampak sumur tercemar di Kampung Panyaweuyan, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Selasa (25/6).

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Dalam kunjungannya, Herman didampingi Kepala Disperindag Cianjur, Himam Haris, serta perwakilan DPC Hiswana Migas Cianjur, Dudu Badrujaman.

Orang no satu di Cianjur ini berinteraksi dengan perwakilan warga dan Pemerintah Desa Ciherang membahas peristiwa tercemarnya sumur warga di Kantor Kepala Desa Ciherang, Kecamatan Pacet.

Selepas itu, Herman meninjau secara langsung beberapa sumur warga yang tercemar. Warga antusias dengan kedatangan Plt Bupati Cianjur dan berharap ada penanganan lebih lanjut terkait masalah ini.

Usep Amirullah warga Kampung Panyaweyan mengharapkan adanya tambahan bantuan air bersih untuk keperluan warga sambil menunggu hasil uji lab keluar. Terlebih saat ini sudah sekitar 50 rumah yang tercemar sumurnya.

“Karena kalau soal air itu kebutuhan mendesak, bantuan yang masuk pun dirasa kurang. Setidaknya mencukupi sampai hasil uji lab bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.

Senada, Ludi, warga lainnya juga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, dari tingkat desa maupun kecamatan. Ia juga ingin adanya recovery untuk lingkungan dan sumur warga, agar kembali normal.

“Warga pasti berkeluh-kesah ke pemerintah terdekat. Apapun hasil labnya nanti, kita ingin ada penanganan agar sumur bisa bersih lagi,” tutur Ludi.

Menanggapi keluhan tersebut, PLT Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan akan melakukan langkah sesuai prosedur.

“Kalau sekarang, kita belum bisa melangkah lebih lanjut, karena hasilnya kan belum diketahui. Baru setelah keluar kita bisa menentukan langkah apa yang diambil,” papar Herman.

Herman meminta warga bersabar menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti sumur warga berbau menyengat tersebut.

“Hari ini sedang diperiksa enam sampel dalam waktu 14 hari kerja, nanti selesai diagnosis baru dilakukan pengobatan bagi warga yang terkena penyakit,” paparnya.

Herman berjanji akan menyuplai bantuan air bersih kerjasama dengan Hiswana dan PDAM. Ia berharap karena keterbatasan warga bisa melakukan penghematan air.

“Kami imbau warga jangan gunakan air karena sudah tercemar,” katanya.

Herman pun mengimbau agar warga terdampak sumur tercemar bersabar menunggu hasil uji lab demi ketentraman di lingkungan.

“Jangan tergesa-gesa dan gegabah. Bersabar karena ada proses pemeriksaan dulu. Selain itu, uji lab yang dilakukan itu di Bandung, tingkat provinsi jadi memakan waktu yang lumayan lama,” tambahnya.

Perwakilan DPC Hiswana Migas Cianjur, Dudu Badrujaman menambahkan saat ini pihaknya sudah melakukan beberapa kali kunjungan ke masyarakat. Bahkan hiswana migas sudah memberikan bantuan kepada warga terindikasi airnya tercemar.

“Sambil menunggu hasil lab, kami sudah gulirkan program sodakoh air diharapkan bisa membantu warga. Ini akan berlanjut hingga proses normalisasi dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Ciherang Acep Haryadi mengakui sangat merespon baik dengan adanya kehadiran bupati ditengah warga. Dinilainya ini sangat bagus karena dinilai bisa mendinginkan suasana di masyarakat.

“Selama ini pemdes ciherang bekerja secara prosedural dan tidak sembarangan. Kami pun
melakukan kajian khusus dengan uji lab pembanding, supaya masyarakat clear,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, sekitar 50 penghuni rumah di Kampung Panyaweuyan RT 01/01, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, menderita gatal, mata perih, dan kulit terasa berminyak. Warga menduga sumber mata air mereka sudah tercemar karena saat dihirup terasa bau menyengat.(Farhan MR)

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *