SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Ketua Advokasi FPII : Tak Profesional, Berkas Hilang di Biro Humas Pemprov Sumatera Utara

91
×

Ketua Advokasi FPII : Tak Profesional, Berkas Hilang di Biro Humas Pemprov Sumatera Utara

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Kurangnya rasa tanggung jawab, mungkin dianggap sepele oleh oknum ASN di Biro Humas Pemerintah Sumatera Utara yang mengakibatkan kumpulan berkas mediakomentar.com hilang di ruangan Biro Humas. Tindakan yang kurang terpuji ini sempat membuat pimpinan redaksi mediakomentar.com menjadi sangat kecewa.

Menanggapi hal ini, Praktisi Hukum dan juga Ketua Advokasi Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Setwil Sumut H. Matjon Sinaga, SH, M.Hum kepada awak media mengatakan, secara hukum administrasi tertulis itu sangat penting karena itu merupakan bukti kerja kita.

“Jadi jika berkas saja bisa hilang! Sama artinya sudah membuat cara kerja kita tidak bisa dipercaya orang lain dan dianggap tidak professional” tegasnya, Jumat (10/1/2020).

Selanjutnya sang pengacara ini ini menjelaskan, dalam hal ini diminta Gubsu agar memberi arahan maupun bimbingan kepada ASN yang ada di Biro Humas untuk bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Karena di khawatirkan, mungkin ada beberapa berkas juga bisa hilang di Biro Humas tersebut.

“Jika tersandung satu persoalan hukum di suatu instansi, yang utama sekali dilakukan adalah mencari bukti administrasi tertulis menyangkut persoalan tersebut. Jadi jika ada ASN menganggap kerja administrasi dianggap enteng atau sepele, lebih baik dikaji ulang posisi atau bidang yang harus dikerjakannya dan dibagian mana yang bersangkutan harus diletakkan job posisinya” terangnya menutup pembicaraan,” tandasnya.

Editor: Dedy Rahman
Penulis: M Nasir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *