SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Cianjur

Tekan Penyebaran Covid-19 di Cidaun, 14 Kades Sepakat Perketat Bagi Warga Pendatang

126
×

Tekan Penyebaran Covid-19 di Cidaun, 14 Kades Sepakat Perketat Bagi Warga Pendatang

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co|Cianjur – Meningkatnya kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cianjur, khusus nya di wilayah Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, Jawa Barat, Forkopimcam Kecamatan Cidaun menggelar rapat internal dengan para kepala desa yang masuk wilayah Kecamatan Cidaun, Kamis (14/1/2021).

Pantuan MetroMediaNews.co, rapat koordinasi penanganan Covid-19 di gelar di Aula desa Cidamar yang di hadiri oleh Kapolsek, Danramil, UPTD Perikanan Wisata pantai Jayanti, Kepala Puskesmas Cidaun, para kepala desa dan relawan dengan tetap mematuhi protokoler kesehatan.

Kepala Desa Cidamar Maman Suherman mengatakan, meningkatnya penyebaran Covid-19 bisa dikatakan jilid ke dua untuk wilayah Kecamatan Cidaun, khususnya di desa Cidamar. Dalam hal ini tentunya pemerintah desa akan lebih meningkatkan penanganannya dan akan melibatkan semua unsur warga masyarakat tentang edukasi protokoler kesehatan (Perokes) yang 5 M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan jaga jarak menjauhi kerumunan.

“Untuk wilayah desa Cidamar ada dua titik lokasi wisata yang masuk ke wilayah yaitu pantai Jayanti dan pantai Cemara Udang. Maka kami Pemerintah desa akan fokus ke Cianjur titik wisata bekerjasama dengan Forkopimcam menjaga dan memperketat pintu masuk lokasi wisata terutama bagi pengunjung dari luar daerah desa Cidamar,” katanya.

Masih kata kepala desa, memang perlu ektra sabar untuk memberikan pemahaman edukasi kepada warga masyarakat khususnya desa Cidamar dalam hal penanganan protokoler kesehatan Covid-19.

“Terkadang sulit dan tidak paham warga masyarakat itu tentang bahayanya penularan virus Covid-19. Mereka menganggap dirinya sehat-sehat saja dan merasa tidak ada penyakit. Kalau dikasih masker itu bukanya dipakai malah di simpan dirumah, tetapi insya allah untuk penangananan yang sekarang setelah hasil rapat dengan Forkopimcam maka kami akan berupaya lebih ke pendekatan edukasi dengan melibatkan semua para tokoh baik pemuda dan tokoh agama,” ucapnya.

Senanda dikatakan Kepala desa Sukapura Hilman Chaya Ranas Mawan, untuk penangananan Covid-19 di desa Sukapura pihaknya akan memberikan himbauan bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di tingakat desa, para tokoh agama dan para pemuda untuk mensosialisasikan kepada warga 4600 jiwa terkait penanganan protokoler kesehatan Covid-19.

“Selama ini kalau untuk warga pendatang baru belum ada, dan warga yang keluar kota juga selalu didata oleh pemerintah desa dan bisa dikatakan untuk wialayah desa Sukapura aman,” ujarnya.

Hilman menyambungkan, untuk lokasi wisata di desa Sukapura tidak ada sehingga kami pemerintah desa bisa memantau warga yang keluar masuk wilayah desa.

“Kami akan mengaktifkan kembali Satgas Gugus Tugas penanganan Covid-19 di tingkat RT/RW untuk terus mendata bagi warga pendatang baru. Selain mendata RT/RW, nantinya harus memberikan edukasi dan sosialisasi ke warga untuk supaya patuh terhadap Protokol kesehatan 5 M yang tadi sudah dibahas sama pak camat di rapat dengan cara 5 M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi hingga menjauhi kerumunan,” pungkasnya.(Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *