SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

FMK Tuntut “Aking” di Tahan, Atas Dugaan Kasus Penodaan Agama

343
×

FMK Tuntut “Aking” di Tahan, Atas Dugaan Kasus Penodaan Agama

Sebarkan artikel ini

KARAWANG, MMN.CO – Puluhan massa dari FMK (Forum Masyarakat Karwang) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Karawang untuk menuntut Aking Saputra yang merupakan mantan Direktur PT Tatar Kerta Bumi untuk segera di tahan atas dugaan kasus penodaan agama.

Unjuk rasa yang turut dihadiri dari berbagai element organisasi kemasyarakatan Karawang ini meminta kepada penyidik untuk segera melakukan tindaklanjut dan usut tuntas atas kasus dugaan penodaan agama yang menghebohkan publik dan masyarakat kota Karawang.

Dikatakan Ust. Dayat Ketua DPW FPI (Front Pembela Islam) bahwa kehadiran mereka dalam aksinya yang di gagas FMK ini menunjukan bahwa masyarakat Karawang kompak dalam mengawal kasus dugaan penodaan agama hingga tuntas dan selesai.

“Menyikapi lambannya penanganan kasus Aking ini oleh penyidik, maka  kami dari FPI Karawang menuntut dan meminta kejelasan kepada Penyidik, baik dari Kepolisian maupun Kejaksaan, untuk segera menindaklanjuti proses hukumnya,” ujar Ust. Dayat kepada MMN.CO saat dikonfirmasi, Jumat (14/7/2017).

Lebih dari itu Ketua DPW FPI Karawang mengatakan bahwa dengan adanya aksi ini, sejatinya kami sebagai umat Islam merasa dilecehkan atas dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Aking.

“Hingga sampai saat ini tidak ada kejelasan sudah sejauh mana proses hukum kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan Aking,” ujar Ust. Dayat.

Kami bersama element organisasi kemasyarakatan lain akan terus bersuara dan mengadakan aksi dengan jumlah massa yang jauh lebih besar lagi.

“Tidak menutup kemungkinan aksi demonstrasi nanti akan di ikuti oleh daerah lain atau umat muslim di penjuru Jawa Barat, karena kasus ini telah melukai hati umat Islam di Karawang,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *