SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Tumpukan Sampah di Gerbang Desa Bahari Asemdoyong Dikeluhkan Warga, Citra Kawasan Wisata Dinilai Tercoreng

130
×

Tumpukan Sampah di Gerbang Desa Bahari Asemdoyong Dikeluhkan Warga, Citra Kawasan Wisata Dinilai Tercoreng

Sebarkan artikel ini
Keberadaan tumpukan sampah liar di sekitar gerbang masuk Desa Bahari Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, menjadi sorotan warga dan pengguna jalan. (Poto: Ragil)

PEMALANG – Keberadaan tumpukan sampah liar di sekitar gerbang masuk Desa Bahari Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, menjadi sorotan warga dan pengguna jalan. Selain mengganggu pemandangan, sampah yang menumpuk di kawasan tersebut juga menimbulkan bau tidak sedap yang dikeluhkan masyarakat.

Gerbang atau gapura desa sejatinya menjadi wajah pertama yang mencerminkan identitas dan karakter suatu wilayah. Namun kondisi berbeda terlihat di pintu masuk Desa Asemdoyong, di mana tumpukan sampah berserakan tepat di sisi timur gapura sehingga mengurangi keindahan lingkungan dan kenyamanan masyarakat yang melintas.

Sejumlah pengendara mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Salah seorang pengendara sepeda motor yang enggan disebutkan namanya mengatakan tumpukan sampah itu sudah berada di lokasi cukup lama dan hingga kini belum tertangani secara maksimal.

“Sudah cukup lama sampah itu menumpuk di sebelah timur gapura desa. Bau yang ditimbulkan sangat menyengat, apalagi saat musim hujan,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Serly (25), salah seorang pengunjung yang datang saat kegiatan Sedekah Laut di Desa Asemdoyong. Menurutnya, keberadaan sampah di area pintu masuk desa memberikan kesan negatif bagi para wisatawan maupun tamu yang berkunjung.

“Seharusnya sampah tidak dibuang di dekat gapura selamat datang. Ketika orang datang atau pulang dari sini, yang mereka ingat justru kondisi lingkungan yang kotor dan penuh sampah,” katanya, Rabu (17/6/2026).

Ancam Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

Selain merusak estetika kawasan, tumpukan sampah liar juga berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sampah yang dibiarkan menumpuk dalam waktu lama dapat menjadi sarang lalat, tikus, serta berbagai bakteri penyebab penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *