Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan citra Desa Bahari Asemdoyong yang dikenal sebagai salah satu sentra perikanan laut di Kabupaten Pemalang. Selain itu, desa tersebut juga memiliki potensi hasil pertanian dan buah-buahan yang cukup dikenal serta menjadi tujuan kunjungan wisata masyarakat.
Masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait untuk menangani persoalan sampah liar tersebut agar tidak semakin menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar.
DLH Pemalang Imbau Masyarakat Tidak Buang Sampah Sembarangan
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang, Ahmadi Setiawan Widatmojo, mengaku prihatin atas masih adanya praktik pembuangan sampah liar di sekitar pintu masuk Desa Asemdoyong.
“Kami prihatin dengan adanya pembuangan sampah liar tersebut. Kami berharap kesadaran masyarakat terus tumbuh untuk memilah dan membuang sampah di lokasi yang telah disediakan,” ujarnya.
Ahmadi menjelaskan bahwa fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk wilayah Asemdoyong sebenarnya telah tersedia dan lokasinya tidak jauh dari titik tumpukan sampah liar tersebut.
“TPS Asemdoyong berada di sebelah barat SMP Negeri 6 Taman. Lokasinya tidak jauh dari tempat penumpukan sampah yang saat ini dikeluhkan masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, DLH Kabupaten Pemalang juga telah beberapa kali melakukan pembersihan di lokasi tersebut. Pembersihan terakhir dilakukan pada 27 April 2026. Namun, sampah kembali menumpuk akibat masih adanya warga yang membuang sampah secara sembarangan.
Hingga berita ini ditulis, bau menyengat dari tumpukan sampah di sekitar gapura selamat datang Desa Bahari Asemdoyong masih tercium. Masyarakat berharap adanya penanganan segera serta peningkatan kesadaran bersama agar kawasan pintu masuk desa kembali bersih dan nyaman dipandang.














