SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOMEMegapolitan

Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Ketum PPWI Wilson Lalengke

246
×

Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Ketum PPWI Wilson Lalengke

Sebarkan artikel ini

MMN.co, Jakarta – Nama lengkapnya Wilson Lalengke tapi para sahabat dan orang terdekat mengenalnya dengan nama Shony. Lahir dari keluarga (Fam) Lalengke, dari pasangan Wuranggena Kulua, dan almarhum Ayahandanya, Sion Lalengke, di sebuah kampung kecil yang sudah musnah dan ditinggal pergi para penghuninya di pedalaman Sulawesi Tengah bernama Kasingoli yang berprofesi sebagai petani.

Sekolah dasar diselesaikan di SD Negeri Inpres Lee, Kecamatan Mori Atas, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Tomata, di ibukota kecamatan itu. Hanya setahun di sana, ia pindah dan belajar di SMP Negeri 2 Poso, lalu melanjutkan studi di SMA Negeri 2 di kota yang sama.

Saat berprofesi sebagai guru SMA di Pekanbaru, berkesempatan mengunjungi Jepang melalui Youth Invitation, salah satu program yang disponsori oleh Japan International Cooperation Agency (JICA). Terpilih dari ribuan guru se-Indonesia untuk mengikuti program tersebut. Pendidikan Strata-1 (S-1) diselesaikan di Universitas Riau, Pekanbaru di tahun 1994 ketika ia merantau jauh dari tanah kelahirannya, Sulawesi Tengah.

Pria yang bercita-cita menjadi seorang Diplomat ini sebelum merantau ke Pekan Baru, Riau, sempat punya pengalaman hidup menetap di Bandung guna mengadu nasib mencari pekerjaan di tahun 1986.

Di Pekanbaru, berkat bantuan dari sebuah keluarga dokter spesialis saraf (neurolog), keluarga dr. Chris Rumantir, bisa memperoleh kesempatan kuliah setelah berhasil meraih satu kursi melalui Sipenmaru (Sistim Penerimaan Mahasiswa Baru, serupa UMPTN sekarang) di Universitas Riau. Ia diterima di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, untuk program studi PMP-KN, jenjang Diploma-2, tahun 1987 dan diselesaikan tepat 2 tahun setelahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *