MMN.co, Cianjur – Pasca terjadinya banjir bandang pada hari Sabtu 21 Mei 2022 yang lalu karena jebolnya tanggul penahan air kali Cicadas akibat luapaan air puluhan hektar sawah milik warga Kampung Cicadas, Desa Cibodas, Kecamatan Cijati, Cianjur Selatan, Jawa Barat, terendam sehingga berdampak terjadinya gagal panen.
Ironinya hingga kini belum ada penanganan serius dari dinas terkait baik untuk perbaikan tanggul kali Cicadas ataupun bantuan untuk para petani yang sawahnya terkena imbas akibat banjir bandang tersebut.
Isnan Wiranursyeha (31) ketua Karang Taruna Kecamatan Cijati menjelaskan, adanya peristiwa banjir bandang yang terjadi beberapa Minggu ke belakang tepatnya pada tanggal 22 Mei 2022 yang menyebabkan aliran air merendam kurang lebih 30 hektar lahan sawah milik warga petani dan kini berdampak gagal panen.
“Kami dari Karang Taruna sudah berupaya melaporkan adanya peristiwa bencana banjir tersebut baik kepada relawan tangguh bencana (RETANA) dan juga kepada badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Tapi apa hingga kini belum ada penanganan serius baik bantuan untuk para petani atau bantuan perbaikan tanggul kali Cicadas,” katanya lewat pesan WhatsAp yang dikirim kepada MMN.co, Minggu (5/6/2022).
Isnan menambahkan, sebentar lagi akan memasuki musim penghujan kasihan para petani sehingga kami Karang Taruna Cijati, PP KOTI, 234 SC tergerak untuk meninjau ke lokasi bencana.
“Begitu kami meninjau luar biasa ternyata sangat berdampak sekali kerugiannya bagi para petani dari jebolnya tanggul tersebut Itu imbasnya puluhan hektar sawah terancam gagal panen. Coba kalau sampai terjadi lagi banjir bandang sedangkan tanggul sampai saat ini belum juga diperbaiki,” tambahnya.















