SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Megapolitan

Sebagai Polisi RW 16 Cipete di Minggu ke-2, Kapolres Beri Tips Jaga Lingkungan ke Jamaah Pengajian

49
×

Sebagai Polisi RW 16 Cipete di Minggu ke-2, Kapolres Beri Tips Jaga Lingkungan ke Jamaah Pengajian

Sebarkan artikel ini

Metromedianews.co – Kunjungan Minggu ke-2 sebagai Polisi RW 16 di Cluster Viola Perumahan Banjar Wijaya, Kelurahan Cipete Kecamatan Pinang, Kota Tangerang Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengikuti pengajian Kamis (16/3/2023) malam Mushola Al Muhajirin bersama puluhan warga.

Usai pengajian pembacaan surah Yasin, tahlil dan tahmid, Kapolres berkesempatan menyampaikan pesan Kamtibmas yang harus diwaspadai oleh warga di perumahan tersebut.

“Beberapa hari lagi kita umat muslim akan menjalankan ibadah puasa ramadhan, tentu tingkat kerawanan kejahatan akan meningkat dan kita harus dapat mendeteksi dan mencegah agar tidak terjadi,” tutur Zain dihadapan jamaah mushola Al Muhajirin.

Ia mencontohkan, di pos pengamanan agar lebih seleksi terhadap orang yang datang dari luar cluster, petugas jaga harus selektif berjaga dan agar lebih meyakinkan rasa aman minta setiap tamu yang datang untuk meninggalkan identitas saat masuk komplek.

“Saya titip nomer handphone saya untuk warga disini, jangan sungkan dan jangan ragu menghubungi saya bila terjadi permasalahan, Polisi RW ini adalah program Kapolda Metro Jaya untuk menyerap aspirasi, masukan dan saran dari masyarakat dilingkungan Rukun Warga,” ujarnya.

Kapolres pun menyikapi soal malam hari di bulan puasa yang biasa terjadi, terkait perang petasan maupun perang sarung yang kerap dilakukan anak berusia belasan (remaja) di wilayah masing – masing.

“Tawuran sarung yang perlu menjadi perhatian, mari kita jaga putra putri kita agar tidak menjadi korban apalagi sebagai pelaku tawuran ini, sarung yang dibentuk sedemikian rupa menjadi cabuk itu bisa melukai siapa saja yang terkena,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *