TEGAL – Pengguna jalan arteri Pantura Tegal dan Brebes diminta waspada. Arus lalu lintas diprediksi mengalami kemacetan akibat proyek penggantian Jembatan Maribaya dan Jembatan Gedih di Losari.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Proyek ini dikerjakan Kementerian PU dengan anggaran Rp47,718 miliar. Pengerjaan berlangsung selama 10 bulan atau 300 hari kalender, dimulai sejak pertengahan Juni 2026 dan ditargetkan selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri 2027.
Ada dua titik yang dikerjakan bersamaan yakni, jembatan Maribaya A (arah Jakarta), Kabupaten Tegal dan jembatan Gedih, Losari, Kabupaten Brebes. Kedua jembatan itu diganti karena faktor usia bangunan.
Selama pengerjaan, lalu lintas hanya menggunakan satu lajur. Kondisi ini berpotensi menimbulkan antrean panjang kendaraan, terutama kendaraan besar.
PPK 1.1 Jateng Kementerian PU, Jodi Pujiadi Hutomo, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Tegal, Polres Tegal Kota, dan Polres Brebes untuk mengantisipasi dampak kemacetan.
“Berdasarkan pengalaman, kemacetan di jalur Pantura biasanya terjadi pada hari Rabu dan Kamis karena banyak armada truk yang beroperasi. Kami bersama kepolisian akan mengatur rekayasa lalu lintas di dua titik tersebut,” ujar Jodi dalam konferensi pers, Rabu (8/7/26).
Dengan target selesai sebelum Lebaran 2027, Jodi memastikan proyek belum akan rampung saat Natal dan Tahun Baru 2026/2027. Untuk itu masyarakat diimbau mengatur perjalanan.
“Bagi pemudik dan pengendara yang ingin menghindari kemacetan, kami sarankan menggunakan jalan tol. Satu lajur yang digunakan saat proyek berlangsung pasti akan memperlambat arus,” imbaunya.















