TEGAL – Bulog Kantor Cabang Tegal mempercepat berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tengah kenaikan harga di pasaran.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Tiga skema sekaligus dijalankan, yakni Bantuan Pangan (Banpang), beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta beras premium.
Pimpinan Cabang Bulog Tegal, Agung Rohman, mengatakan langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap beras dengan harga terjangkau sesuai daya beli.
“Dengan adanya tiga kegiatan itu, penyaluran beras Banpang, SPHP, dan beras premium, ini diharapkan bisa membantu stabilisasi harga dan pasokan di wilayah Kantor Cabang Tegal,” ujar Agung kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).
Untuk penyaluran Bantuan Pangan tahap Juli, Agustus, dan September 2026 di wilayah se-Keresidenan Pekalongan, realisasinya telah mencapai lebih dari 55 persen.
Dari total 1.096.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Bulog menargetkan seluruh penyaluran dapat diselesaikan pada September ini.
Tidak hanya itu, pemerintah pusat juga telah menetapkan tambahan penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026.
“Begitu September selesai, sesegera mungkin Oktober kita salurkan. Harapannya dengan adanya Banpang, masyarakat berpendapatan rendah sudah tidak perlu lagi mengakses beras di pasaran karena sudah ada,” jelas Agung.
Beras SPHP Terus Digelontorkan
Upaya berikutnya dilakukan melalui penyaluran beras SPHP jenis medium ke pasar.
Bulog mendistribusikan beras tersebut melalui pedagang pengecer, Rumah Pangan Kita (RPK), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan bersama dinas dan instansi terkait di berbagai daerah.
MetroMediaNews.co membuka pendaftaran jurnalis bagi Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum. 📝 Daftar sekarang »











