MANDAILING NATAL – Tumpukan sampah yang menggunung di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan–Padang, tepatnya di Desa Huta Puli, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menjadi perhatian serius pemerintah desa. Selain mengganggu keindahan lingkungan, kondisi tersebut juga menimbulkan aroma tidak sedap yang dikeluhkan para pengguna jalan.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, Kepala Desa Huta Puli Zulhadi memimpin langsung kegiatan CURVE (Clean Up Routine for Value and Excellence) atau kerja bakti bersama pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut melibatkan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) UIN Syahada Padangsidimpuan, serta warga setempat.
Dalam kegiatan itu, peserta bergotong royong membersihkan tumpukan sampah yang selama ini menumpuk di bahu jalan nasional tersebut. Sampah diangkut dan dikumpulkan agar kawasan kembali bersih dan nyaman dipandang.
Di sela-sela kegiatan, Kades Huta Puli Zulhadi menjelaskan bahwa lokasi tersebut dipilih sebagai sasaran utama kerja bakti karena telah lama dijadikan tempat pembuangan sampah liar oleh oknum masyarakat.
“Tempat ini seolah-olah sudah menjadi tempat pembuangan akhir masyarakat, padahal berada di Jalan Lintas Sumatera yang setiap hari dilalui banyak orang. Tentu kondisi ini memberikan citra yang kurang baik bagi desa kami,” ujarnya.
Menurut Zulhadi, Pemerintah Desa telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan tersebut, mulai dari memberikan imbauan kepada masyarakat hingga memasang spanduk larangan membuang sampah di lokasi tersebut. Namun, masih ada sebagian warga yang mengabaikan aturan tersebut.
“Spanduk larangan membuang sampah sudah kami pasang, tetapi masih saja ada masyarakat yang membuang sampah di lokasi ini,” katanya.
Ia bahkan mengungkapkan pernah terjadi insiden ketika warga menegur seseorang yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Bukannya menerima teguran, pelaku justru mengajak warga yang menegurnya untuk berkelahi.
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











