SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Cianjur

Bisik Sunyi Apun, Kesaksian Perempuan dari Festival Kopi Cianjur

152
×

Bisik Sunyi Apun, Kesaksian Perempuan dari Festival Kopi Cianjur

Sebarkan artikel ini
Foto: Wina Rezky Agustina.

“Setidaknya itu yang mencoba diinterpretasikan oleh Wina dari tulisan Trilogi Condre Kutukan: Cinta, Kopi dan Kekuasaan, karya Saep Lukman,” kata Dika.

Pesan-pesan dramatik makin ketara, saat properti berupa kubus sebagai simbol bahwa perempuan selalu dibatasi geraknya dimainkan dalam dentuman musik yang mencolok. Kaki perempuan mungil nan rapuh hanya diburu untuk sebuah kepuasan rezim patriaki. Kolonialisme makin memperburuk posisi perempuan, terkungkung rapuh dalam sumpeknya dominasi dan ketidakadilan.

Wina Rezky Agustina mengatakan, kepekaan dan naluri perempuan itu lebih kuat. Ia bisa melakukan hal yang tak terduga termasuk melakukan sebuah penolakan yang berujung tragedi. Diam saja perempuan itu berpikir. Seperti yang terjadi pada kisah Apun Gencay.

“Apun menurutku adalah sang pemberani yang berkisah dan menjadi saksi bahwa perempuan pun bisa melawan sekalipun dalam sunyi dan keterbatasan,” kata Wina.

Sejarah Apun Gencay

Sejarawan Cianjur, Hendi Jo, mengatakan, kisah Apun Gencay dalam sejarah Cianjur bukanlah bahasan baru. Namun penampakannya dalam sebuah tarian memang sangat baru kalau tidak disebut yang pertama kali.

Menurut Hendi Jo, kisah Apun Gencay bermula dari sosok perempuan cantik asal Cikembar, Sukabumi kini. Apun ditengerai menjadi  pemicu terbunuhnya Bupati atau Dalem Cianjur Raden Aria Wiratanudatar III.

Raden Aria Wiratanudatar III merupakan cucu Raden Aria Wiratanudatar I yang diangkat menjadi Bupati Cianjur pada tahun 1707 dan memerintah hingga 1726. Ketika itu, wilayah yang kini Sukabumi merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kadipaten Cianjur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *