SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
Cianjur

Bisik Sunyi Apun, Kesaksian Perempuan dari Festival Kopi Cianjur

153
×

Bisik Sunyi Apun, Kesaksian Perempuan dari Festival Kopi Cianjur

Sebarkan artikel ini
Foto: Wina Rezky Agustina.

Raden Aria Wiratanudatar III termasuk bupati yang berprestasi dalam pandangan Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC. Sebab, ia selalu berhasil menyetor kopi yang terbesar ke VOC. Sementara di Sukabumi, masa pemerintahan Wiratanudatar III justru diwarnai banyak pemberontakan petani, terutama di wilayah Jampang, akibat penerapan tanam paksa kapas dan kopi yang sangat merugikan dan membuat petani tersiksa.

Setidaknya ada dua versi yang paling dikenal di balik kematian Raden Aria Wiratanudatar III. Pertama ia meninggal pada 1726 karena ditusuk condre (senjata kuno khas Sunda semacam belati) oleh pemberontak yang merasa menderita karena sistem tanam paksa. Salah satu pemicunya adalah kasus bayaran kopi pada VOC yang seharusnya 17,5 gulden, hanya dibayar 12,5 gulden. Sedangkan yang 5 gulden dipakai Raden Aria Wiratanudatar III.

“Aria Wiratanu Datar III sejatinya bernama Raden Astramanggala. Dia merupakan putra sulung dari 14 anak Aria Wiratanu Datar II, Bupati Cianjur pertama,” kata Hendi Jo yang bernama asli Hendi Johari ini seperti sempat diungkapkan dalam Majalah Historia edisi 26 November 2019.

Disebutkan Hendi Jo yang juga salah satu anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Cianjur itu, dalam beberapa catatan sejarah, Aria Wiratanu Datar III tersohor sebagai mitra dagang VOC yang paling setia. Adalah komoditas kopi yang menjadi andalannya untuk berbisnis dengan Maskapai Dagang Hindia Timur tersebut. Begitu puasnya VOC dengan pelayanan Aria Wiratanu Datar III hingga  dua gubernur jenderal VOC yakni Christoffel van Swol (1713–1718) dan Hendrick Zwaardecroon (1718–1725)  menghadiahinya wilayah-wilayah baru: Distrik Jampang dan Distrik Sagara Kidul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *