HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
πŸ† Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
πŸ“° Lomba Artikel Berita
🀲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
βœ” Menumbuhkan Kepedulian Sosial
βœ” Mempererat Kebersamaan
βœ” Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
βœ” Pemerintah
βœ” Perusahaan
βœ” Komunitas
βœ” Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
πŸ† Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
πŸ“° Lomba Artikel Berita
🀲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
βœ” Menumbuhkan Kepedulian Sosial
βœ” Mempererat Kebersamaan
βœ” Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
βœ” Pemerintah
βœ” Perusahaan
βœ” Komunitas
βœ” Masyarakat
DaerahEkonomiKab. PemalangKomunitas

Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi, Ratusan Nelayan Pemalang Terpaksa Tidak Melaut

320
×

Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi, Ratusan Nelayan Pemalang Terpaksa Tidak Melaut

Sebarkan artikel ini
Ratusan Nelayan Pemalang Terpaksa Tidak Melaut Akibat Gelombang Tinggi

PEMALANG – Cuaca ekstrem yang disertai gelombang tinggi di perairan utara Laut Jawa dalam beberapa pekan terakhir membuat ratusan nelayan di Kabupaten Pemalang memilih tidak melaut.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Kondisi tersebut terlihat di Pelabuhan Perikanan Tanjungsari, Kecamatan Pemalang, Rabu (10/6/2026), di mana ratusan kapal nelayan berukuran kecil hingga besar tampak bersandar dan tidak beroperasi.

Banyaknya kapal yang parkir di dermaga bahkan menyebabkan area sandar menjadi padat, sehingga sejumlah kapal harus berdesakan dan berpotensi mengalami kerusakan akibat saling berbenturan.

Nelayan Pilih Menunggu Cuaca Membaik

Salah seorang nelayan, Halim (50), mengaku baru kembali mencoba melaut setelah beberapa pekan menghentikan aktivitasnya akibat cuaca buruk.

Namun, ia mengaku tetap membatasi area penangkapan ikan dan tidak berani berlayar terlalu jauh dari pantai.

“Saya baru mau melaut lagi, itu pun hanya di sekitar perairan dekat pantai. Cuaca dan angin kencang masih cukup terasa sehingga belum berani ke tengah laut,” ujarnya.

Menurut Halim, sebagian besar nelayan masih memilih menunggu kondisi cuaca benar-benar membaik demi keselamatan mereka saat bekerja di laut.

Pendapatan Keluarga Nelayan Terdampak

Terhentinya aktivitas melaut dalam waktu cukup lama turut berdampak pada kondisi ekonomi keluarga nelayan.

Salah seorang istri nelayan yang enggan disebutkan namanya mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tidak adanya pemasukan dari hasil tangkapan ikan.

“Sudah beberapa bulan suami saya tidak melaut karena cuaca buruk. Kondisi ini cukup berat karena pemasukan keluarga berkurang drastis,” tuturnya.

Menurutnya, sebagian keluarga nelayan kini harus mencari alternatif penghasilan sambil menunggu cuaca kembali normal.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap Β»

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *