“Tidak ada korban jiwa,kerugian diperkirakan kurang lebih 500 juta dan 4 Personil Srikandi damkar diterjunkan guna membantu petugas yang sudah ada, secara tupoksi dan uraian jabatan sama dengan petugas damkar pria, Hanya praktek lapangan, pihak damkar pria yang lebih menonjol , mengingat perbedaan kondisi fisik mereka,” tutupnya.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Sementara itu menurut, Petugas Damkar perempuan atau Srikandi Jenni Liliana ( 20 ) menjadi petugas Damkar bagi perempuan penuh tantangan dan harus ekstra hati-hati dalam setiap kali penanganan musibah kebakaran.
“Kesannya jadi petugas Damkar perempuan asik dan ada rasa panik serta iba tentunya dengan korban kebakaran, terutama yang barusan terjadi pada hari Selasa kemarin, Karena yang terbakar kan asrama santri. Untungnya para santri sedang libur jadi lebih kondusif, Alhamdulillah dengan respon cepat kami sebagai petugas pemadam kebakaran dengan dibantu berbagai pihak akhirnya api dapat dipadamkan meskipun tentunya banyak duka di dalamnya.,” tuturnya sedih.
Setelah berjibaku melawan si jago merah, kobaran api utama akhirnya berhasil ditaklukkan. Namun, tugas tim damkar perempuan ini belum usai. Mereka melanjutkan misi dengan melakukan proses pendinginan (cooling down) secara menyeluruh di sela-sela puing bangunan yang hangus.
Para srikandi ini dengan teliti menyemprotkan air ke bara api yang masih tersembunyi guna memastikan potensi kebakaran susulan benar-benar nihil. Tidak hanya berfokus pada pemadaman, mereka juga memberikan rasa aman dan menenangkan para santri yang masih terlihat trauma atas insiden tersebut.















