SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
HOME

Pasca Kebakaran di Pontren Tanggeung Cianjur, Ini Kronologisnya

557
×

Pasca Kebakaran di Pontren Tanggeung Cianjur, Ini Kronologisnya

Sebarkan artikel ini

MetroMediaNews.co – Pasca, kebakaran yang terjadi di Pondok Pesantren (Pontren) Innayatulfikriyah yang berlokasi di Kampung Legokringgit RT 2/4, Desa Sukajaya, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur menyisakan kesedihan.

Informasinya diterima dari BPBD Kabupaten Cianjur, kejadian tersebut, kejadian tersebut terjadi tepat Minggu (13/9/2020) malam.

Kapolsek Tanggeung, AKP A.W Nasution mengatakan, telah menerima laporan dari beberapa warga, kejadian kebakaran di salah satu pontren. Dan, langsung ditindaklanjuti.

“Api membakar tiga unit bangunan, dua rumah dan satu pontren (asrama/kobong santriwati) sekitar pukul 03.20 WIB,” katanya.

Api dapat dipadamkan, masih terang AKP Nasution, menggunakan satu unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar), dari Pos Unit Sidangbarang.

“Untuk sementara kejadian kebakaran diduga dari konsleting listrik,” ujar Kapolsek Tanggeung.

Ia menambahkan, kejadian tersebut ada korban jiwa dua orang meninggal dan satu orang dalam perawatan saat ini.

“Itu diakibatkan dari sengatan kabel listrik yang masuk ke kolam,” kata Kapolsek Tanggeung.

Terpisah, salah satu anggota BPBD Kabupaten Cianjur, Rohmat (Aang Demat) memaparkan, kejadian sekitar pukul 01.30 WIB, diduga dari korsleting listrik.

“Hingga membakar dua unit rumah warga, dan Majelis beserta Pondok Pesantren (Pontren),” katanya kepada MetroMediaNews, siang.

Diketahui, dua orang korban jiwa masing-masing diantaranya, Muiz Safaat (27) seorang guru MI dan Redy (17) seorang pelajar. Sementara, luka ringan satu orang yaitu Awaz (18) seorang santri. Lalu, luka ringan H. Baehaki (50) selaku Ketua RT setempat.

Rohmat menambahkan, laporan dari anggota Trantib Kecamatan Tanggeung, ada sekitar 44 santriawan santriawati menimba ilmu di salah satu Pondok Pesantren (Pontren) tersebut.

“Semuanya sudah terdata dan dicatat, untuk menjadi bahan laporan,” ujar Rohmat.

Editor: Red
Penulis: M/Jay

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *