Mendapat laporan tersebut, petugas Damkar Pos Belik segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat tiupan angin yang cukup kencang. Namun, dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Damkar Belik dan sejumlah personel, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan setelah proses penanganan selama kurang lebih tiga jam.
Nurokhman mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan alat pemanas maupun sumber api di tempat usaha.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat menggunakan tungku api atau alat pemanas. Jangan sampai ditinggalkan tanpa pengawasan. Dalam kondisi angin kencang, api dapat membesar dengan cepat dan sulit dikendalikan sehingga berpotensi menyambar bahan-bahan yang mudah terbakar,” pesannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dalam penggunaan alat pemanas dan sumber api, terutama pada musim kemarau ketika risiko kebakaran cenderung meningkat.
Penulis: Ragil















