TEGAL – Kecelakaan laut menimpa kapal perikanan KM Anugerah Laut 3 GT 30 di perairan Laut Jawa, sebelah utara Kota Tegal, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Kapal yang membawa 15 orang di dalamnya terbalik setelah dihantam gelombang tinggi, mengakibatkan dua anak buah kapal (ABK) hingga kini masih dalam pencarian.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal mengalami musibah saat berada di koordinat 06°38’46.36″ LS dan 109°13’23.20″ BT, atau sekitar 13,68 mil laut dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari–Jongor, Kota Tegal.
Diduga, gelombang besar yang datang secara tiba-tiba membuat air laut masuk melalui sisi kiri kapal. Debit air yang terus bertambah menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan, miring, kemudian akhirnya terbalik di tengah laut.
Seluruh ABK yang berada di kapal berupaya menyelamatkan diri dengan bertahan di atas lunas kapal yang masih mengapung. Mereka bertahan dalam kondisi terbatas selama hampir satu hari sambil menunggu pertolongan.
Proses penyelamatan akhirnya dilakukan pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, ketika KM Berkah Pangestu GT 6 yang dinakhodai Rusdi melintas dan mengevakuasi para korban yang masih selamat. Kapal penolong kemudian sandar di Dermaga Baru PPN Tegalsari–Jongor pada pukul 22.00 WIB.
Sepuluh ABK Selamat, Dua Masih Hilang
Dari proses evakuasi tersebut, sebanyak 10 orang ABK berhasil diselamatkan, yakni:
Moh. Kusen (45), motoris, warga Tegal.
Rudhi Sugiarto (22), warga Pemalang.
Dedi Sugianto (42), warga Brebes.
Girmanto (37), warga Brebes.
Muhamad Rizki Ariskha (23), warga Tegal.
Katno (46), warga Tegal.
Ferdy Subiantoro (38), warga Brebes.
Suhadi (44), warga Tegal.
Kurdi (37), warga Pemalang.
Muhammad Ferry Hamzah (34), warga Pemalang.
Sementara itu, dua ABK lainnya masih belum ditemukan dan hingga kini masih dalam proses pencarian, yaitu:
Nurohman (46), nahkoda kapal, warga Tegal.
Suyatno (57), koki kapal, warga Tegal.
Adapun tiga orang lainnya merupakan penumpang yang diketahui hanya menumpang perjalanan menuju kapal lain yang berada di tengah laut.
Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.











