PEMALANG – Suasana di Jalan Jenderal Sudirman, Pemalang, diwarnai dengan hiruk-pikuk klakson yang bersahutan, Pemandangan ini seolah menjadi Langganan dari pagi hingga sore hari bagi para pengguna jalan yang melintas tepat di depan pusat perbelanjaan Basa Toserba.
| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.
Volume kendaraan yang padat berpadu dengan aktivitas keluar masuk pembeli, menciptakan simpul kemacetan yang menguji kesabaran.
Banyak pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa harus menarik tuas rem lebih dalam dan melaju merayap.
Sandy ( 30 ) Seorang pekerja buruh pabrik yang setiap hari melintas di jalan Sudirman, mengeluhkan kondisi Kesemrawutan tersebut,
“Setiap mau lewat depan Basa pasti was-was. Kadang motor parkir makan badan jalan, ditambah mobil yang mau keluar masuk,Jam berangkat kerja jadi sering molor gara-gara harus terjebak macet di titik itu saja,” keluhnya,pada Minggu ( 5/7 ).
Keluhan senada juga diungkapkan oleh Andin ( 46 ), seorang ibu rumah tangga yang sering mengantar anaknya sekolah. Ia menyebutkan bahwa ruas jalan di pusat kota tersebut terasa sangat sempit saat jam-jam sibuk.
“Kalau bisa, area parkirnya ditata lagi atau ada petugas yang bantu atur lalu lintas di depan pintu masuk. Kasihan pengendara yang mau cepat,” ujarnya sewot.
Kawasan Jalan Jenderal Sudirman memang dikenal sebagai pusat nadi perekonomian di Kabupaten Pemalang.
Tingginya minat masyarakat untuk berbelanja di Basa Toserba , terlebih pada saat ini berbarengan dengan kebutuhan pakaian ataupun sepatu dan tas anak sekolah, merupakan berkah bagi ekonomi lokal, namun di sisi lain, tata kelola ruang parkiran dan arus lalu lintas di kawasan tersebut memerlukan evaluasi mendesak.















