HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
DaerahKab. PemalangPerdagangan

PPDB dan Bulan Suro Picu Lesunya Aktivitas Perdagangan di Pasar Bojongbata Pemalang

332
×

PPDB dan Bulan Suro Picu Lesunya Aktivitas Perdagangan di Pasar Bojongbata Pemalang

Sebarkan artikel ini
1001308094
Dion pedagang sembako di pasar Bojongbata pemalang sedang melayani pembeli.( Foto: Ragil )

PEMALANG – Aktivitas perdagangan di Pasar Bojongbata, Kabupaten Pemalang, tampak lesu pada Minggu (5/7). Lorong-lorong pasar yang biasanya dipenuhi pembeli terlihat lengang, sementara banyak pedagang hanya duduk menunggu datangnya pelanggan.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Kondisi tersebut bukan sekadar terjadi sesaat, melainkan menjadi fenomena musiman yang hampir setiap tahun dirasakan para pelaku usaha kecil. Tahun ini, para pedagang menilai kelesuan pasar semakin terasa karena dipengaruhi dua faktor yang terjadi secara bersamaan.

Faktor pertama adalah meningkatnya kebutuhan masyarakat pada masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Banyak orang tua mengalokasikan sebagian besar anggaran rumah tangga untuk biaya pendidikan anak, mulai dari daftar ulang, pembelian seragam, hingga perlengkapan sekolah.

“Boro-boro mau beli baju atau perabotan baru. Uang yang ada sudah habis buat bayar daftar ulang sekolah anak dan beli seragam. Harus pintar-pintar menghemat pengeluaran,” ujar Lastri (40), seorang ibu rumah tangga yang berbelanja kebutuhan pokok di Pasar Bojongbata, Minggu (5/7).

Selain berkurangnya daya beli masyarakat, para pedagang juga merasakan dampak tradisi budaya yang masih dipegang sebagian warga. Berdasarkan kalender Jawa, masyarakat saat ini memasuki Bulan Suro yang secara turun-temurun dipercaya kurang baik untuk menggelar hajatan besar, seperti pernikahan, khitanan, maupun pindah rumah.

Akibatnya, permintaan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan acara hajatan, seperti bahan sembako, kain, suvenir, hingga perlengkapan rumah tangga, mengalami penurunan.

Salah seorang pedagang sembako, Dion, mengaku omzet usahanya turun cukup signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

“Kalau Bulan Suro memang biasanya orang Jawa tidak mengadakan hajatan atau pindahan rumah. Ditambah sekarang musim anak masuk sekolah, jadi omzet saya turun dibandingkan bulan-bulan biasa karena pembeli memang sepi,” ungkapnya.

Menghadapi kondisi tersebut, sebagian pedagang mulai menerapkan berbagai strategi agar tetap bertahan. Selain melayani pembeli di pasar, mereka mencoba menjajakan dagangan secara langsung ke permukiman warga serta memanfaatkan pemasaran secara daring (online) untuk memperluas jangkauan konsumen.

HUT RI ke-81 – Reward MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *