HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
DaerahKab. PemalangPertanian

Tradisi Gampong Masih Lestari di Pemalang, Warga Punguti Sisa Panen sebagai Wujud Syukur dan Gotong Royong

319
×

Tradisi Gampong Masih Lestari di Pemalang, Warga Punguti Sisa Panen sebagai Wujud Syukur dan Gotong Royong

Sebarkan artikel ini
1001307074
Seorang warga sedang mencari bulir padi sisa panen atau biasa disebut Gampong.( Foto: Ragil)

PEMALANG – Terik matahari siang tak menyurutkan semangat sejumlah ibu-ibu warga Desa Bojongnangka dan Desa Tambakrejo, Kecamatan Pemalang, untuk menyusuri petak-petak sawah yang baru saja dipanen.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Berbekal karung dan tampah, mereka berjalan membungkuk dengan teliti memunguti setiap bulir padi yang tercecer di lahan. Aktivitas tersebut dikenal dengan sebutan Gampong atau nyesrek, sebuah tradisi kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini masih lestari di pedesaan Kabupaten Pemalang.

Bagi masyarakat setempat, kegiatan ini bukan sekadar mencari sisa gabah, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan sekaligus mencerminkan kuatnya nilai gotong royong dalam kehidupan masyarakat agraris.

Masyarakat meyakini bahwa membiarkan sisa padi membusuk di sawah merupakan tindakan yang mubazir. Filosofi tersebut sejalan dengan nilai-nilai budaya Jawa yang mengajarkan untuk menghargai setiap butir rezeki.

Salah seorang warga pencari sisa panen, Siti (55), mengaku bersyukur dengan hasil yang diperoleh melalui tradisi Gampong. Dalam sehari, ia bersama rekan-rekannya mampu mengumpulkan sekitar 2 hingga 4 kilogram gabah kering.

Gabah tersebut kemudian dijemur dan ditumbuk menjadi beras untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga sehari-hari sehingga dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.

“Alhamdulillah, lumayan buat menambah stok beras di rumah. Daripada sisa panen terbuang sia-sia oleh mesin pemotong, lebih baik kami kumpulkan dengan cara Gampong,” ujar Siti, Sabtu (4/7), sembari tersenyum di sela aktivitasnya.

Di tengah modernisasi sektor pertanian yang semakin mengandalkan mesin, tradisi Gampong justru menghadirkan sisi humanis kehidupan masyarakat tani. Para pemilik lahan umumnya dengan sukarela mempersilakan warga memungut sisa hasil panen yang masih tertinggal di sawah.

HUT RI ke-81 – Reward MetroMediaNews.co

MetroMediaNews.co memberikan Reward bagi Penulis, Kontributor, dan Wartawan dengan kategori Berita Terbaik, View Terbanyak, dan Kontributor Terbaik. ✍️ Kirim artikel Anda sekarang »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *