SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
BudayaDaerahKab. PemalangLingkungan

Merajut Tradisi dan Doa, Warga Desa Glandang Gelar Ruwat Desa Sambut Tahun Baru Islam

163
×

Merajut Tradisi dan Doa, Warga Desa Glandang Gelar Ruwat Desa Sambut Tahun Baru Islam

Sebarkan artikel ini
Kemeriahan terlihat melalui kirab budaya dan arak-arakan hasil bumi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, esa Glandang, Bantarbolang, Pemalang. (Poto: Ragil)

PEMALANG – Suasana pergantian Tahun Baru Islam yang bertepatan dengan datangnya bulan Suro kembali menghadirkan nuansa religius sekaligus kental dengan tradisi budaya di Desa Glandang, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. Ribuan warga memadati berbagai titik desa untuk mengikuti rangkaian kegiatan Ruwat Desa yang digelar pada Selasa (23/6).

Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Desa Glandang bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuka agama tersebut menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan warga. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi dan keselamatan yang diberikan selama setahun terakhir, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat.

Sejak pagi hari, kemeriahan sudah terlihat melalui kirab budaya dan arak-arakan hasil bumi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Sebanyak 12 RT di Desa Glandang turut berpartisipasi dengan membuat gunungan hasil bumi yang kemudian diarak mengelilingi desa. Beragam hasil pertanian seperti padi, sayuran, buah-buahan, dan komoditas lainnya disusun menjadi gunungan sebagai simbol kemakmuran dan harapan akan keberkahan di masa mendatang.

Setelah diarak keliling desa, gunungan hasil bumi tersebut mengikuti prosesi ruwatan sebagai simbol penyucian dan ungkapan rasa syukur masyarakat. Selanjutnya, hasil bumi dibawa kembali oleh warga untuk dinikmati bersama. Tradisi tersebut dipercaya mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, serta penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang terus dijaga hingga kini.

Menurut Penjabat Kepala Desa Glandang, Zainal Imron, kegiatan tahun ini mengusung tema “Mandiri dan Berdikari” yang mencerminkan semangat kemandirian masyarakat desa dalam membangun dan melestarikan tradisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *