SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
BudayaDaerahKab. PemalangLingkungan

Merajut Tradisi dan Doa, Warga Desa Glandang Gelar Ruwat Desa Sambut Tahun Baru Islam

180
×

Merajut Tradisi dan Doa, Warga Desa Glandang Gelar Ruwat Desa Sambut Tahun Baru Islam

Sebarkan artikel ini
Kemeriahan terlihat melalui kirab budaya dan arak-arakan hasil bumi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, esa Glandang, Bantarbolang, Pemalang. (Poto: Ragil)

“Ruwat bumi, baritan, atau sedekah bumi ini mengangkat tema Mandiri dan Berdikari. Pesan yang akan disampaikan nantinya disesuaikan dengan gaya dalang, namun secara umum mengandung semangat kemandirian masyarakat,” ujar Zainal Imron.

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan terlaksana berkat dukungan dan partisipasi masyarakat. Dana penyelenggaraan sebagian besar berasal dari swadaya warga yang secara rutin menyisihkan iuran kecil setiap hari.

“Setiap rumah tangga menyisihkan Rp500 setiap malam dan dikumpulkan selama satu tahun. Dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp60 hingga Rp65 juta. Selain itu, ada juga dukungan dari para donatur yang nilainya mencapai sekitar Rp80 juta,” ungkapnya.

Puncak perayaan akan berlangsung pada malam hari melalui pagelaran wayang golek yang menjadi hiburan sekaligus media penyampaian pesan-pesan moral kepada masyarakat. Prosesi ruwatan akan dipimpin oleh seorang dalang ternama dari Tegal yang diharapkan mampu menghadirkan nilai edukatif dan spiritual dalam pertunjukan tersebut.

Kemandirian warga dalam membiayai kegiatan serta tingginya partisipasi masyarakat menjadi contoh nyata kekuatan gotong royong yang masih terjaga di pedesaan. Melalui tradisi Ruwat Desa, masyarakat tidak hanya melestarikan budaya warisan leluhur, tetapi juga menanamkan nilai syukur, persatuan, dan kebersamaan kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

(Ragil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *