SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
SPMB 2026/2027
SMK IT
MIFTAHUL HUDA
KEUNGGULAN
✔ Sekolah + Pesantren
✔ Bisa Mondok / Pulang
✔ Pembinaan Karakter Islami
JURUSAN
✔ Teknik Komputer & Jaringan
✔ Agribisnis (opsional)
✔ Siap Kerja & Kuliah
FASILITAS
✔ Lab Komputer
✔ Internet Fiber
✔ Asrama & Masjid
✔ Lingkungan Nyaman
BudayaDaerahKab. PemalangLingkungan

Warga Cibelok Pemalang Gelar Ziarah dan Doa Bersama di Makam Leluhur Sambut Tahun Baru Islam

145
×

Warga Cibelok Pemalang Gelar Ziarah dan Doa Bersama di Makam Leluhur Sambut Tahun Baru Islam

Sebarkan artikel ini
Suasana di kompleks makam Mbah Kemis dan Mbah Kauman, Desa Cibelok, tampak berbeda pada Senin malam. (Poto: Ragil)

PEMALANG – Suasana di kompleks makam Mbah Kemis dan Mbah Kauman, Desa Cibelok, tampak berbeda pada Senin malam (22/6). Ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban Amal Bakti Cibelok (ABC) memadati area pemakaman leluhur desa setempat dalam kegiatan ziarah dan doa bersama menyambut Tahun Baru Islam.

Kegiatan tersebut menjadi wujud khidmat masyarakat dalam memaknai Tahun Baru Islam atau Suroan, sebagai momen refleksi yang mempertemukan generasi tua dan muda dalam satu ikatan tradisi yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan. Melalui kegiatan ini, warga kembali mengenang serta menghormati jasa para leluhur pendiri desa yang telah merintis pemukiman di wilayah selatan Kecamatan Taman tersebut.

Sejak sore hari, warga mulai berdatangan ke area makam. Dengan dipandu para sesepuh paguyuban, mereka melangkah menyusuri jalan menuju pusara para pendiri desa dan tokoh cikal bakal yang berjasa membuka lahan pemukiman ratusan tahun silam.

Di bawah rindangnya pohon kamboja, suasana malam terasa syahdu. Aroma bunga tabur berpadu dengan lantunan Surat Yasin dan tahlil yang menggema, menciptakan nuansa religius yang khusyuk di tengah keheningan malam.

Ketua Paguyuban Amal Bakti Cibelok, Ustadz Ar-Rahman, mengatakan bahwa kegiatan nyekar ke makam leluhur bukan sekadar tradisi menabur bunga, melainkan bentuk penghormatan atas jasa besar para pendiri desa.

Ia menegaskan, perjuangan para leluhur dalam membuka dan membangun pemukiman menjadi dasar kehidupan masyarakat Cibelok saat ini.

“Nyekar leluhur pada Tahun Baru Islam atau Suroan adalah bentuk penghormatan kita atas perjuangan para pendahulu, sekaligus pengingat bagi kita yang masih hidup tentang pentingnya menjaga warisan moral dan kerukunan desa,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *