HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
HUT RI KE-81
METRO MEDIA NEWS
PEDULI 2026
PROGRAM
🏆 Lomba Tradisional
🎭 Hiburan Masyarakat
📰 Lomba Artikel Berita
🤲 Santunan Yatim, Dhuafa & Jompo
TUJUAN
✔ Menumbuhkan Kepedulian Sosial
✔ Mempererat Kebersamaan
✔ Semangat Gotong Royong
TERBUKA UNTUK
✔ Pemerintah
✔ Perusahaan
✔ Komunitas
✔ Masyarakat
BudayaDaerahKab. Pemalang

Menjaga Warisan Leluhur, Warga Pemalang Gelar Ritual Boneka Brendung Pemanggil Hujan

122
×

Menjaga Warisan Leluhur, Warga Pemalang Gelar Ritual Boneka Brendung Pemanggil Hujan

Sebarkan artikel ini
1001353335
Boneka brendung saat dipegangi warga karena meronta ronta ( Foto:Ragil )

PEMALANG – Di tengah musim kemarau panjang yang mengakibatkan krisis air bersih dan mulai mengeringnya lahan pertanian, warga Desa Sarwodadi, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, menggelar tradisi sakral Brendung, sebuah ritual budaya turun-temurun yang dipercaya sebagai ikhtiar batin untuk memohon turunnya hujan.

| Dukung kami melalui layanan Berita Promosi, Advertorial, dan Publikasi Usaha. Klik di sini.

Tradisi yang masih lestari hingga kini itu digelar di Balai Desa Sarwodadi, Senin (27/7/2026), dan diikuti puluhan warga. Mereka membawa berbagai peralatan dapur sebagai alat musik pengiring ritual yang sarat dengan nilai budaya dan kebersamaan.

Dalam prosesi tersebut, sebuah boneka Brendung yang terbuat dari tempurung kelapa (cumplung) sebagai kepala dan bambu sebagai rangka tubuh diletakkan di tengah ruangan. Boneka itu dihias menyerupai sosok perempuan cantik, lengkap dengan pakaian dan rangkaian bunga kembang telon.

Ritual diawali dengan alunan musik klothekan, yakni tetabuhan ritmis menggunakan alat-alat rumah tangga seperti ember, nampan, dan boyong. Irama tersebut dipadukan dengan kidung serta lantunan mantra kejawen yang dipimpin seorang pawang.

Suasana semakin khidmat ketika boneka Brendung yang dipegang dua warga tampak bergerak dan menari mengikuti irama tetabuhan, menciptakan nuansa mistis yang menjadi ciri khas tradisi tersebut.

Ketua Paguyuban Seni Brendung Desa Sarwodadi sekaligus perangkat desa, Prakoso, mengatakan kesenian Brendung bukan sekadar pertunjukan yang bernuansa magis, melainkan warisan budaya yang mencerminkan ikhtiar spiritual masyarakat agraris dalam menghadapi musim kemarau.

“Kesenian Brendung bukan sekadar tontonan magis, melainkan bentuk ikhtiar batin masyarakat agraris kepada Sang Pencipta saat kemarau ekstrem melanda,” ujarnya.

Prakoso menjelaskan, boneka Brendung dibuat dari tempurung kelapa sebagai kepala, sementara bagian tubuhnya menggunakan rangka bambu. Boneka kemudian dirias sedemikian rupa dan dipakaikan busana sehingga menyerupai seorang perempuan cantik.

Metro Media News Peduli 2026

Mari bersama menebar kepedulian melalui program sosial, budaya, dan kemasyarakatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah, perusahaan, komunitas, dan masyarakat dapat berpartisipasi dalam bentuk dukungan maupun kerja sama.

Lihat Proposal & Informasi Lengkap »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *