PEMALANG –
Menjadi seorang kepala sekolah dengan tanggung jawab yang besar tidak menyurutkan semangat Hadi Harnoto untuk mencari kesibukan positif di luar dunia pendidikan.
Kepala SMP Negeri 4 Petarukan ni membuktikan bahwa waktu luang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah sekaligus memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Di sela-sela kesibukannya memimpin sekolah dan mengurus administrasi pendidikan, pria paruh baya ini memilih untuk menekuni budidaya tanaman kangkung sistem organik dengan tambahan tumpang sari ratusan pohon mangga,
Ide awal ini bermula dari keprihatinannya melihat lahan pekarangan di sekitar rumahnya di daerah Tegalsari, Kecamatan Ampelgading yang terbengkalai.
“Daripada waktu luang terbuang percuma, saya mencoba memanfaatkan lahan kosong. Awalnya hanya untuk konsumsi pribadi dan hobi, ternyata hasilnya melimpah dan tetangga banyak yang berminat,” ungkapnya sambil tersenyum ramah saat ditemui di sela-sela panen,pada Rabu,( 1/7 ).
Berbekal referensi dari internet dan pengalamannya, ia menyulap lahan seluas sepertiga hektar miliknya menjadi petak-petak hijau yang subur.
Ia menerapkan metode tanam organik yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan pupuk kompos dari dedaunan kering. Hebatnya, perawatan tanaman ini dilakukan murni di luar jam dinas, yakni pada sore hari setelah semua urusan kantor selesai.
Kini, usaha sampingan tersebut telah membuahkan hasil manis. Dalam sekali siklus panen yang hanya memakan waktu 21 hingga 25 hari, ia mampu memanen hingga kangkung seberat 1,5 kuintal.
Dengan harga pasar lokal yang berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per ikat, jika lebaran harga per ikat kangkung bisa meroket hingga tembus Rp9.000 rupiah, ia bisa mengantongi omzet jutaan rupiah setiap kali panen.















