MetroMediaNews.co|Cianjur – Sesuai Standard Operating Procedure (SOP) SAR Basarnas Bandung selama 7 hari bekerja melakukan penyisiran pencarian korban tenggelam di Pantai Jayanti. Namun hingga hari ke 7, Sabtu, 30 Januari 2021, korban tenggelam masih belum ditemukan.
Informasi yang dihimpun MetroMediaNews.co, tim gabungan personil SAR Basarnas Bandung dan personil Polair Polres Cianjur diatrik kembali, adapun pencarian dilanjutkan oleh Muspika setempat.
Sahrir, Ketua Regu SAR Basarnas Bandung mengatakan, SOP kami dari kantor selama tujuh hari melaksanakan tugas pencarian korban tenggelam di pantai Jayanti.

“Pencarian sudah dilakukan berbagai cara bersama tim gabungan namun masih nihil. Artinya jasad korban masih belum diketemukan hingga hari ke 7,” ucapnya.
Masih terang Sahrir, kalau kami sesuai perintah pimpinan SOP nya selama 7 hari, tetapi kalau operasi belum ditutup kami masih tetap berkordinasi dengan tim gabungan Polair, Polsek, Kormail dan lain lainnya.
“Personil kami tarik semua, tapi kalau untuk operasi SAR Basarnas Bandung belum di tutup artinya masih terus melakukan pemantauan dengan tim gabungan dilapangan,” katanya.

Ditempat terpisah, Kasat Lantas Polair Polres Cianjur AKP H M Falahudin menjelaskan, hingga hari ke 7 pencarian korban masih belum diketemukan. Untuk pencarian sudah berbagai cara di lakukan bersama tim SAR Basarnas Bandung dan tim lainnya.
“Personil Polair Polres Cianjur sudah kita tarik, adapun pencarian masih dilanjutkan oleh Muspika setempat,” terang Kasat Polair Kepada MetroMediaNews.co saat dihubungi, Sabtu (30/1/2021).
Falahudin menambahkan, pihaknya sudah bertemu dengan kedua orang tua korban tenggelam dan sudah disampaikan hasil kerja tim gabungan untuk pencarian anaknya sampai hari ke 7 belum juga ditemukan.
“Kedua orang tuanya sudah mengikhlaskan terkait jasad anaknya atas nama Rustana Satriaji,” pungkasnya.(Jay)















